Autobiografi - Dzikri Khasnudin

Autobiografi

[MASIH DALAM TAHAP PENGEMBANGAN]


Saya Dzikri Khasnudin, seorang pelajar yang sedang belajar dan berusaha mengambil pelajaran. Lahir di Garut, 9 Juni 1998 ketika bangsa Indonesia dilanda krisis ekonomi dan di akhiri sebuah peristiwa reformasi.

Semoga kelahiran saya di masa reformasi tersebut menjadi sebuah momentum dan peringatan bahwa saya harus menjadi bagian dari perubahan dan solusi permasalahan bangsa.

Alamat rumah saya di Kp. Paledang RT001/RW002, Ds. Hegarmanah, Kec. Bungbulang, Kab. Garut, Jawa Barat 44165. Sebuah lingkungan yang telah membesarkan saya hingga menjadi seperti sekarang ini. 

Lahir dari sebuah keluarga yang terdiri dari dua nahkoda secara terpisah. Sejak dini, saya tinggal bersama kakek dan nenek, merekalah yang sangat berjasa membesarkan saya. Kedua orangtua saya memang telah berpisah dan memiliki keluarga baru, sementara saya berada di tengah-tengah sebagai penghubung antara ayah dan ibu.

Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga sambil membuka usaha sebagai penjahit di lingkungan tempat tinggalnya. Sementara ayah saya merupakan seorang buruh di sebuah perusahaan peternakan ayam. 

Saya juga memiliki seorang adik kandung yang saat ini sedang duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Sebenarnya jika di total dengan keluarga tiri, saya telah memiliki empat adik (tiga adik laki-laki dan satu adik perempuan). Saya merupakan anak sulung sehingga adik-adik saya akan menjadi tanggung jawab saya kelak. 

Masa kecilnya saya layaknya masa anak-anak pada umumnya. Saya masih merasakan bagaimana rasanya bermain galah/gobak sodor, rerebonan, main kelereng, main layang-layang, main kartu, hingga main petak umpet. Semua permainan itu belum tentu dirasakan oleh anak-anak masa kini yang hidupnya banyak dipengaruhi teknologi. 

Sungguh masa-masa yang indah saat itu karena hidup seolah-olah hanya untuk bermain, bermain, dan bermain. 

Aktivitas saya kala itu mulai dari pagi pergi ke sekolah, siang bermain, sore mengaji di madrasah, selepas mengaji biasanya saya bermain sepakbola di lapangan sampai magrib yang menjadi peluit akhir pertandingan. Setelah magrib, saya kembali mengaji di madrasah sampai isya. 

Aktivitas tersebut rasanya sudah mulai hilang saat ini bahkan di lingkungan saya sendiri. 

Pendidikan formal saya dimulai dari SDN Hanjuang 3 pada tahun 2004-2010, SMPN 1 Bungbulang pada tahun 2010-2013, SMAN 7 Garut pada tahun 2013-2016, hingga kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia semoga lulus tepat waktu di tahun 2020. Selengkapnya lihat di Riwayat Pendidikan

Cita-cita saya dulu yaitu ingin menjadi guru karena bagi saya guru adalah pekerjaan mulia yang mampu mencerdaskan bangsa. Namun, harapan saya yang ingin menjadi guru mulai hilang ketika memasuki SMA karena saya kira lebih tertarik untuk menjadi seorang wirausahawan/entrepreneur. 

  



0 Response to "Autobiografi"

Post a Comment