Cara Menghadapi Anak Pada Masa Pubertas - Dzikri Khasnudin

Cara Menghadapi Anak Pada Masa Pubertas

Masa pubertas seringkali membuat para orangtua bingung karena merasa tabu untuk membicarakan hal-hal yang sensitif dengan anak yang telah memasuki masa puber.

Setiap orang dewasa pasti pernah mengalami masa puber. Artinya mereka memiliki pengalaman-pengalaman mengenai apa yang harus dilakukan ketika memasuki masa puber tersebut. Ini seharusnya menjadi pedoman bagi para orangtua agar menjadi sumber informasi yang utama bagi anak-anaknya ketika memasuki masa pubertas.

Namun, saat ini media sosial  dan teknologi informasi sangat aktif sekali di kalangan remaja sehingga mereka justru mendapatkan informasi yang lebih maju dibandingkan usianya. Remaja puber menyadari tentang organ reproduksi dan hasrat seksual mereka bahkan jauh sebelum usia yang tepat.

Meskipun begitu, tetap saja informasi yang diterima para remaja melalui internet, televisi dan media informasi lainnya tidak akan lengkap dan kadang-kadang ada yang menyesatkan.
cara menghadapi anak pada masa pubertas
Oleh karena itu, diperlukan peran dan tanggung jawab orangtua untuk berbicara mengenai masa pubertas dengan baik kepada para remaja sehingga mereka menyadari sepenuhnya dan mendapat informasi yang baik pula dari pengalaman orangtua mereka.

Kapan mulai berbicara mengenai masa pubertas?

Idealnya, orangtua harus memulai diskusi dengan para remaja mengenai masa pubertas sebelum masa pubertas itu terjadi. Sebagian besar anak perempuan mengalami menstruasi pertama mereka pada usia 9-12 tahun, sedangkan anak laki-laki mengalami pubertas pada rentang usia 12-15 tahun.

Akan sangat baik jika para orangtua membicarakan masalah pubertas 2 sebelum anak-anak mereka mengalami pubertas. Hal ini dikarenakan tidak sedikit anak-anak mengalami pubertas dini. Selain itu, mereka harus mengetahui masalah-masalah yang akan dihadapi pada masa pubertas beserta solusinya.

Saat ini, banyak sekolah yang memberikan pendidikan seks kepada siswa mereka hanya saja para remaja puber tetap memiliki beragam pertanyaan dan keraguan mengenaui apa yang mereka rasakan sehingga ragu untuk berdiskusi dengan guru mereka masing-masing.

Maka dari itu, orangtua perlu menjelaskan kembali pendidikan seks khususnya mengenai masa pubertas dengan anak-anak mereka secara terbuka dan bebas. Secara psikologis, apabila bercerita secara terbuka antara orangtua dan anak maka akan menambah kepercayaan mereka untuk membicarakan masalah-masalah tubuh remaja dan perkembangannya.

Seringkali anak remaja merasa tidak aman dan kesepian ketika mereka menjalani tahap pubertas. Mereka mengalami kebingungan dan beragam pertanyaan tentang perkembangan fisik yang dialaminya.

Berikut ini beberapa perkembangan yang terjadi ketika masa pubertas pada anak remaja.

Bagi anak perempuan 

Dia akan mengalami pertumbuhan tubuh yang lebih cepat. Hal ini dikenal sebagai ‘Percepatan Pertumbuhan’. Dia akan menjadi lebih tinggi dan berat badan akan bertambah sebanding dengan tinggi badannya. 

Dia akan memperhatikan bahwa payudaranya yang semakin berkembang dan lebih penuh. Opsi memakai bra merupakan pilihan yang tepat karena akan membantu dia untuk memberikan dukungan yang tepat ke payudaranya. 

Dia akan menemukan beberapa rambut tumbuh di daerah-daerah tertentu dalam tubuhnya.
Semua perubahan tersebut yang menyebabkan awal siklus menstruasi. Dia akan mendapatkan menstruasi pertamanya.

Bagi anak laki-laki

Dia akan mengalami perubahan pada suaranya. Dia akan menjadi tinggi lebih cepat dibandingkan dengan percepatan pertumbuhan seorang gadis dan akan menambah berat badannya sesuai dengan tubuhnya.

Dia akan merasa bahwa dadanya sedikit membengkak, yang bersifat sementara namun normal. Dia akan menemukan pertumbuhan rambut  pada bagian tubuh tertentu. 


Hal yang paling utama yaitu dia mungkin mengalami 'mimpi basah', atau 'Nightfall', yang merupakan ejakulasi sperma yang tidak disengaja pada saat tidur. Selain itu, dia mungkin juga mengalami perubahan suasana hati, rendah diri, dan kesulitan emosional lainnya.

Itulah yang sering menjadi bahan pertanyaan anak remaja pada masa pubertas.

Lantas apa yang harus dilakukan oleh orangtua?

Peran Orangtua Dalam Menghadapi Anak Remaja Pubertas

Inti dari permasalahan yang terjadi pada anak remaja pubertas adalah peran orangtua yang harus menjadi sumber informasi utama bagi mereka.

Orangtua adalah orang pertama yang akan menjadi tempat anak bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masa pubertas. Sebagai orangtua, siapkan diri anda untuk memberikan informasi mengenai masa pubertas tersebut.

Ceritakan pengalaman-pengalaman pribadi anda sebagai orangtua dalam menghadapi pubertas. Jelaskan perubahan-perubahan fisik yang dialami anak remaja pubertas yang terjadi pada bagian-bagian tubuh tertentu. Anak harus mengetahui bahwa pertumbuhan fisik terjadi secara alamiah dan masa puber adalah bagian dari proses pertumbuhan tersebut.

Berikan informasi yang tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman pada anak mengenai organ reproduksi mereka. Selain itu, tanamkan dalam diri anak tentang nilai-nilai moral dan pendidikan agama sebagai benteng dalam kontrol diri anak sehingga terhindar dari pergaulan bebas.

Kita tahu bahwa kenakalan remaja seringkali terjadi pada anak-anak yang sedang mengalami pubertas. Mendapatkan informasi yang tepat dari orang yang terpercaya yaitu orangtua tentu akan menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam menghindari pergaulan bebas yang dapat menghancurkan masa depan anak. Informasi yang didapat dari teman sebaya dan media internet kadangkala menjadi informasi yang menyesatkan. 

Maka dari itu, pendidikan agama harus dipupuk sedini mungkin untuk menghindari pengaruh-pengaruh negatif dari orang-orang yang melenceng nilai dan norma sosialnya.
Dengan begitu, anak dapat menahan diri agar tidak terjerumus pada hal-hal yang buruk karena telah mengetahui norma dan batasan dalam bergaul.

Pendidikan agama dan pemahaman akan nilai dan norma masyarakat mampu menjadi pertahanan utama anak remaja pubertas dari pengaruh buruk di luar, kapan pun dan dimana pun anak berada meskipun jauh dari orangtua mereka. 

Semoga Bermanfaat. Salam Sejahtera.

0 Response to "Cara Menghadapi Anak Pada Masa Pubertas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel