Konsep Dasar Pelayanan Anak dan Lansia - Dzikri Khasnudin

Konsep Dasar Pelayanan Anak dan Lansia

Hallo semuanya, Apa kabar? Semoga baik-baik saja ya.

Saat ini saya ingin berbagi materi seputar pelayanan anak dan lansia. Sebagai makhluk yang hidup berkeluarga kita tentu tidak asing mendengar istilah anak dan lansia. Akan tetapi, tahukah kalian bagaimana cara melayani mereka (anak dan lansia)?

Pertanyaan tersebut kiranya yang menjadi dasar pembahasan kita kali ini. Kebetulan saat ini saya juga sedang mengampu mata kuliah pelayanan anak dan lansia di kampus. Jadi, pembahasan mengenai pelayanan anak dan lansia akan saya bahas secara periodik setelah saya menerima materinya dari kampus. 
konsep dasar pelayanan anak dan lansia
Tujuannya jelas, supaya apa yang saya bahas bukan hanya omong kosong belaka. Selain itu, untuk menghindari adanya kesalahan informasi. 

Pembahasan mengenai pelayanan anak dan lansia memiliki beberapa sub pokok materi yang akan dibahas satu per satu nantinya, materi tersebut diantaranya:
  1. Konsep dasar pelayanan anak dan lansia
  2. Pendampingan pada lansia
  3. Kebutuhan anak dan lansia ditinjau dari karakteristik masalah
  4. Sarana dan prasarana dalam menumbuhkembangkan anak serta mengoptimalkan kemampuan lansia
  5. Pembinaan akhlak anak melalui pembiasaan dan disiplin anak dalam keluarga
  6. Pelayanan anak dan lansia dalam lembaga sosial pelayanan anak, lansia, anak berbakat, dan anak berkebutuhan khusus.
Materi pertama yang akan saya bahas kali ini adalah konsep dasar pelayanan anak dan lansia.

Pengertian Pelayanan Anak dan Lansia

Pelayanan merupakan upaya memberikan bantuan pengembangan individu berupa bantuan pendidikan. Mengapa kok harus bantuan pendidikan? Karena pendidikan sangatlah luas dan menyeluruh. 

Pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah yang merupakan pendidikan formal. Melainkan juga terjadi di dalam keluarga atau yang disebut dengan pendidikan informal serta di masyarakat yang dikenal dengan pendidikan nonformal.

Artinya, pelayanan dalam konteks pelayanan anak dan lansia terjadi secara berkelanjutan mulai dari keluarga, sekolah, dan juga masyarakat.

Pelayanan pada anak berarti upaya bantuan pendidikan untuk pengembangan diri anak di berbagai periode perkembangan. Periode perkembangan anak terjadi mulai dari masa bayi, masa prasekolah, masa anak sekolah, dan masa remaja.

Adapun pelayanan pada lansia diartikan sebagai bantuan pendidikan berupa pendampingan dalam mempertahankan dan mengembangkan kemampuan bagi lansia yang masih memungkinkan untuk mengembangkan dirinya.

Terdapat dua tipe lansia yaitu lansia aktif dan lansia pasif. 

Lansia aktif adalah lansia yang masih potensial dan bisa dikatakan masih sehat secara fisik maupun psikologisnya meskipun memiliki beberapa kekurangan sehingga masih memiliki kemungkinan untuk mengembangkan diri. 

Sedangkan lansia pasif yaitu lansia yang sudah tidak potensial karena secara fisik dan psikologis sudah melemah sehingga sangat membutuhkan bantuan dari orang lain.

Pada dasarnya bentuk-bentuk pelayanan yang diberikan kepada anak dan lansia dapat berupa perawatan, pengasuhan, dan pengawasan kepada lansia pasif.

Perawatan berkaitan dengan kesehatan fisik dengan upaya memberi makanan yang sehat dan bergizi seimbang serta berolahraga. Pengasuhan berkaitan dengan pembinaan akhlak dan kepribadian yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. 

Selain itu, pengawasan kepada lansia pasif berupa upaya pendampingan dalam menjalani aktivitas sehari-hari seperti mengingatkan makan, mengajak ngobrol, mengingatkan waktu beribadah, serta aktivitas-aktivitas lainnya.

Semua bentuk pelayanan kepada anak dan lansia berada dalam konteks perkembangan individu/manusia. Perkembangan individu "berjalan" dalam kehidupan sepanjang hayat. Hal ini berarti pelayanan anak dan lansia merupakan upaya bantuan pendidikan yang berada dalam konteks pendidikan sepanjang hayat (life long education)

Kesimpulan sederhananya pelayanan anak dan lansia harus terus dilakukan selama individu/manusia masih hidup di muka bumi.

Tujuan Pelayanan Anak dan Lansia

Terdapat dua tujuan pelayanan anak dan lansia yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan secara umumnya yaitu untuk menghadirkan anak dan lansia yang berbahagia dan sejahtera di dalam kehidupan dunia dan akhirat. 

Kesejahteraan anak dan lansia juga telah di atur oleh undang-undang Republik Indonesia yaitu Undang-undang No. 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia dan Undang-undang No. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. 

Adapun tujuan khusus dari pelayanan anak dan lansia adalah sebagai berikut.
  1. Hadirnya anak dan lansia sebagai makhluk hidup (living creature) yang bermartabat "The dignity of human being"
  2. Hadirnya anak dan lansia yang memiliki "kepuasan" di dalam hidupnya karena diberi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam rangka mencapai keluarga yang sejahtera.
Intinya, tujuan pelayanan anak dan lansia adalah membantu mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh setiap manusia terutama anak dan lansia yang benar-benar sangat membutuhkan bantuan dari orang lain.

Siapa yang harus melayani anak dan lansia?

Kita sudah mengetahui pengertian dan tujuan pelayanan anak dan lansia, lalu siapa yang harus melayani mereka (anak dan lansia).

Orang yang paling bertanggung jawab dalam melayani anak dan lansia adalah keluarga, terutama orang-orang dewasa yang masih sehat secara fisik dan psikologisnya. 

Ketika anak-anak, kita diurus, diasuh, dan dirawat oleh orangtua sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa. Namun, ketika kita sudah memasuki dewasa dan orangtua kita memasuki usia senja (lansia) maka anaklah yang wajib mengurus dan mendampingi mereka.

Maka dari itu, pengetahuan mengenai pelayanan anak dan lansia sangat penting untuk diketahui semua orang. 

Akan tetapi, dewasa ini banyak orangtua yang terlalu sibuk bekerja sehingga banyak dari mereka yang menitipkan anak-anaknya ke anggota keluarganya yang lain (kakek, nenek, paman, bibi, dll) atau mereka menyewa jasa profesional yaitu baby sitter atau day care.

Tidak salah memang untuk menitipkan anak asalkan orangtua tidak lepas tanggung jawab dalam mendidik anak sehingga menelantarkan mereka. Orangtua harus tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka.

Selain itu, di Indonesia juga banyak anak-anak yang sudah dewasa tetapi tidak mau mengurus orangtua mereka yang sudah lanjut usia. Mereka biasanya menitipkan para lansia di panti werdha/panti jompo atau juga menyewa jasa profesional caregiver. 

Bagi anak-anak dewasa yang masih memiliki orangtua yang sudah lanjut usia, rawatlah mereka, jagalah mereka jangan sampai menitipkannya ke panti werdha/panti jompo. Orangtua tetaplah orangtua, mereka tetap harus dihormati, dijaga apalagi oleh anak-anaknya. 

Kesimpulan

Pelayanan anak dan lansia adalah upaya memberikan bantuan tumbuh kembang anak dan membantu mengembangkan kemampuan lansia potensial serta mendampingi lansia pasif. Tujuannya adalah untuk menghadirkan anak dan lansia yang sejahtera lahir batin. Orang yang bertanggung jawab dalam melayani anak dan lansia adalah keluarga.

Sekian tulisan saya kali ini, jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan silakan diskusikan di kolom komentar. 

Salam sejahtera.

0 Response to "Konsep Dasar Pelayanan Anak dan Lansia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel