Manajemen Sumber Daya Keluarga - Dzikri Khasnudin

Manajemen Sumber Daya Keluarga

Dewasa ini telah banyak orang menyadari bahwa kehidupan keluarga merupakan hal yang fundamental dari kehidupan masyarakat yang dicita-citakan yaitu masyarakat yang adil dan makmur. 

Kenyataan adil dan makmur bukanlah hanya angan-angan dan harapan, tetapi sesuatu yang harus diusahakan, dilaksanakan dan dicapai. Pencapaian pada cita-cita ini harus dilaksanakan dengan perbuatan nyata dalam kehidupan ini, khususnya dalam kehidupan keluarga.

Karya nyata itu diantaranya mengelola kehidupan keluarga yang sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan atau manajemen. Di dalam 10 segi kehidupan keluarga, manajemen sumber daya keluarga menjadi segi yang kedelapan dan di kenal dengan segi tata laksana rumah tangga.

Tata laksana rumah tangga penting untuk di pelajari oleh calon pembina keluarga yaitu calon suami, istri ataupun mereka yang sedang mengarungi bahtera rumah tangga.
Manajemen sumber daya keluarga dilaksanakan guna membantu mencapai tingkat kehidupan yang diinginkan. 

Saat ini, manajemen di dalam keluarga tidak pernah dipikirkan sebagai sesuatu yang penting untuk dipelajari, hal ini mungkin dikarenakan belum banyak yang mengetahui atau mungkin dianggap terlalu "kecil" untuk diperhatikan, bahkan oleh keluarga itu sendiri. 
manajemen sumber daya keluarga

Arti Manajemen Sumber Daya Keluarga

Manajemen sumber daya keluarga merupakan salah satu kegiatan yang dihadapi individu dan anggota keluarga dalam mencapai jalan terbaik untuk memenuhi harapan dan keinginan dengan sumber daya yang relatif terbatas.

Setiap anggota keluarga membawa hasil yang besar dari hasil kerjanya. Hasil kerja ini dapat berupa barang yang secara langsung akan memberikan kepuasan atau berupa uang yang nantinya akan digunakan untuk membeli barang-barang dan jasa yang saling dibutuhkan.

Barang dan jasa tersebut akan mengalami penambahan nilai sehingga akan meningkatkan kepuasan keluarga. Contohnya, bahan makanan yang di beli, akan mengalami penambahan nilai setelah dimasak atau diolah. Contoh lain misalnya pakaian kotor akan tampak bersih dan rapi setelah dicuci dan disetrika.

Dalam rumah tangga inilah, kebutuhan-kebutuhan dan keinginan keluarga ditetapkan dan diusahakan pencapaiannya melalui penggunaan barang-barang dan berbagai usaha dari seluruh anggota keluarga.

Prinsip-prinsip manajemen suatu organisasi formal atau bisnis akan diterapkan dalam organisasi rumah tangga. Proses manajemen dalam organisasi rumah tangga seperti halnya proses manajemen dalam bisnis meliputi penetapan tujuan, perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengawasan, dan pengendalian penggunaan sumber daya manusia dan materi untuk mencapai tujuan kesejahteraan keluarga dan anggotanya.

Manajemen yang diterapkan dalam rumah tangga keluarga terlihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang melibatkan atau tanpa melibatkan anggota keluarga. 

Sebenarnya banyak aspek manajemen yang dilakukan dalam keluarga tidak dapat dilihat secara fisik, misalnya dalam mengelola keuangan, mungkin tidak ada rencana tertulis untuk menabung setiap bulannya dalam jumlah tertentu, akan tetapi hal tersebut tercatat dalam pikiran "manajer rumah tangga" atau ibu rumah tangga. 

Demikian pula rencana untuk melaksanakan suatu pekerjaan banyak yang tidak tercatat. Sebagai contoh, seringkali ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah, dalam perjalanan pulang berpikir tentang apa yang akan dikerjakan setibanya di rumah dengan sisa waktu yang ada. 

Dalam perjalanan tersebut, ibu rumah tangga telah melaksanakan sebagian dari proses manajemen, yaitu proses perencanaan, walaupun tidak tercatat. Oleh karena itu, manajemen dalam rumah tangga atau keluarga lebih bersifat proses mental daripada proses fisik.

Manajemen sumber daya keluarga bersifat unik. Keunikan tersebut tampak dari hasil pekerjaan rumah tangga yang tidak sejelas seperti hasil dari kegiatan manajemen organisasi bisnis. 

Contohnya, kegiatan mencuci piring merupakan pekerjaan rumah tangga, yang memungkinkan seluruh anggota keluarga makan dan minum dengan piring dan gelas yang bersih. 

Disamping itu, mencuci piring merupakan hasil pembagian tugas yang disepakati secara tidak tertulis, sesuai dengan kemampuan masing-masing anggotanya, dan merupakan suatu ikatan kerja sama yang tidak dipaksakan, kegiatan mencuci ini tidak saja memberikan kepuasan bagi yang mengerjakannya tetapi juga bagi anggota keluarga lainnya.

Manajemen dalam rumah tangga juga bersifat fleksibel. Misalnya pekerjaan memasak tidak selamanya dilakukan oleh ibu rumah tangga, tetapi sewaktu-waktu dapat digantikan oleh anggota keluarga lainnya. 

Manajemen dalam rumah tangga juga merupakan proses mengkoordinasikan sumber daya manusia dan materi yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. 

Sebagai contoh dalam aktivitas menghidangkan makanan, upaya mengkoordinasikan sumber daya manusia, waktu dan materi akan menghasilkan hidangan makanan yang bergizi yang dibutuhkan oleh anggota keluarga untuk keberlangsungan hidup dan aktivitasnya.

Fungsi dan Tujuan

Fungsi dan tujuan manajemen sumber daya keluarga pada dasarnya agar hidup
  • Lebih teratur 
  • Lebih tertib
  • Lebih aman 
  • Lebih kuat
  • Teliti dan tentram

Sumber Keluarga

Sumber-sumber daya keluarga dibagi menjadi dua, yaitu:
  1. Sumber materi, berupa uang dan hasil kerja (barang), keadaan rumah dan halamannya, keadaan perbabotan rumah tangga dan sarana umum.
  2. Sumber non materi, yaitu sumber yang menyangkut masalah waktu dan tenaga, kemampuan dan keterampilan yang berhubungan dengan tingkat pendidikan pembina keluarga (ayah dan ibu)

Prinsip-prinsip Pengelolaan Rumah Tangga

  1. Perencanaan, dibuat untuk seluruh kegiatan-kegiatan dalam kehidupan keluarga dengan memperhatikan prinsip sederhana, lengkap, fleksibel, dan praktis
  2. Pelaksanaan, merupakan kegiatan dalam melaksanakan rencana yang dibuat dengan pengawasan/kontrol terhadap proses dan hasil kerja
  3. Penilaian/evaluasi, tujuannya untuk melihat kekurangan-kekurangan dari rencana yang sudah dilaksanakan. Hasil dan kelebihan dapat ditingkatkan dan kekurangan dapat diperbaiki untuk rencana selanjutnya.

0 Response to "Manajemen Sumber Daya Keluarga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel