Tugas Perkembangan Anak Usia 0 - 6 Tahun (Infancy-Early Childhood) - Dzikri Khasnudin

Tugas Perkembangan Anak Usia 0 - 6 Tahun (Infancy-Early Childhood)

tugas perkembangan anak usia 0-6 tahun
Pada artikel ini, saya akan membahas tentang tugas perkembangan anak pada usia 0 - 6 tahun atau sering disebut masa infancy-early childhood. Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, yaitu pada Bimbingan Perawatan Anak . Setiap orang pasti memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai pada setiap periode perkembangannya.

Nah dalam kaitannya dengan masa kanak-kanak artinya ada beberapa tugas perkembangan yang harus dicapai pada saat anak berusia 0 - 6 tahun.  Dalam artikel Bimbingan Perawatan Anak disebutkan bahwa ada 9 tugas perkembangan yang harus dipenuhi pada anak usia tersebut. Namun yang jadi pertanyaan adalah bagaimana cara anak usia 0 - 6 tahun dapat memenuhi tugas perkembangannya?

Disinilah orangtua berperan dalam mendidik anaknya supaya dapat membantu memenuhi tugas perkembangannya. Mengapa sih setiap manusia harus memenuhi tugas perkembangan? karena hal tersebut dapat membantu kita untuk mencapai tugas perkembangan pada periode selanjutnya. 


Bingung? logikanya seperti ini, kita tahu bahwa tugas perkembangan anak usia 0 - 6 tahun salah satunya adalah belajar berjalan. apa jadinya bila ada anak usia sekolah dasar masih belum bisa berjalan dengan baik padahal ia memiliki tugas perkembangan yang berbeda. tentunya ia akan kesulitan bukan, jangankan mencapai tugas perkembangannya, untuk berjalan pun ia kesulitan.

Sederhananya begini, kita anggap bahwa tugas perkembangan itu adalah kebutuhan. Artinya, kebutuhan antara anak, remaja, dan dewasa pasti berbeda bukan? begitupun dengan tugas perkembangan, setiap periode pasti memiliki tugas perkembangan yang berbeda, pasti memiliki kebutuhan yang berbeda dan kita hendak mencapai kebutuhan itu.

Lalu bagaimana cara mencapainya? jawabannya hanya satu kata "BELAJAR". Mengenai apa yang di pelajari itu disesuaikan dengan periode perkembangannya. Perlu diingat bahwa upaya pencapaian tugas perkembangan juga dapat diartikan sebagai belajar. 


Dalam pembelajaran ada yang disebut pendidik dan terdidik. Kaitannya dengan artikel ini, orangtua menjadi pendidik dalam keluarga untuk membantu anak-anaknya mencapai tugas perkembangannya.

Selanjutnya, akan kita bahas satu per satu tentang tugas perkembangan anak usia 0 - 6 tahun sebagai berikut.

Belajar Berjalan

belajar berjalanTugas perkembangan yang pertama adalah belajar berjalan. Pada umumnya, anak usia 9 - 16 bulan kebanyakan telah siap untuk berjalan. Tulang dan otot serta urat saraf yang ada pada kaki anak telah berkembang sedemikian rupa sehingga anak senang untuk berjalan sangat baik dan ini memerlukan bantuan orang lain di sekitarnya terutama orangtua dan keluarganya.

Belajar Memakan Makanan Padat

Pada usia 2 tahun, anak sudah mulai memakan-makanan padat karena sistem pencernaan makanannya telah siap untuk menghancurkan bermacam-macam makanan padat. Pada waktu ini makanan anak berubah dari makanan yang agak lunak kepada makanan yang agak keras.

Selain itu, frekuensi dan jumlah makanan anak harus disesuaikan akan berpengaruh pada perilaku anak. Jika orangtua memberi makanan terlalu sedikit, maka anak akan cenderung menjadi seorang yang pelit. Begitupun sebaliknya, jika orangtua memberi makanan yang terlalu banyak, maka dapat mengakibatkan anak menjadi manja dan rakus.

Orangtua harus pintar dalam mengatur jadwal makanan anak yang disesuaikan dengan keadaan dan situasi anak itu sendiri.

Belajar Berbicara

Anak dikatakan dapat berbicara apabila anak sudah dapat menggunakan bahasa, yaitu apabila dapat mengeluarkan kata-kata yang berarti untuk berhubungan dengan orang lain. Pertama kali anak berbicara ketika mendengar bunyi-bunyian yang diucapkan secara berulang-ulang.

Pada awalnya setiap kata-kata yang diucapkan oleh anak adalah sesuatu yang tidak berarti. Kemudian diluruskan oleh lingkungan yang ada di sekitarnya dalam hal ini yaitu orangtua dan anggota keluarga lainnya sehingga kata-kata tersebut menjadi berarti.

Misal, anak mengucapkan kata "mamam" untuk menyatakan bahwa ia sedang lapar. Orangtua harus mengerti maksud yang diucapkan oleh anak tersebut. Setelah itu diluruskan menjadi suatu kata yang benar yaitu "makan".

Semakin banyak bunyi-bunyian yang diucapkan oleh anak maka semakin banyak pula kosakata yang dimiliki anak tersebut. Orangtua dituntut untuk mengerti segala sesuatu yang diucapkan oleh anak.

Periode 18 bulan - 5 tahun disebut dengan "Periode of Baby Talk" karena anak semakin memperluas pernyataan-pernyataannya. Ia berusaha menyatakan sesuatu yang ia lihat, yang ia dengar, dan menambah kata-kata baru.

Toilet Training

Toilet training adalah proses belajar anak untuk mengeluarkan segala sesuatu yang tidak berguna dalam tubuhnya, sehingga caranya dapat diterima secara sosial. Misalnya: buang air kecil dan besar.

Anak dapat dilatih untuk membentuk "toilet habit" apabila anak itu sudah menyadari akan kebutuhannya untuk buang air kecil atau buang air besar. 


Orangtua diharuskan untuk membentuk kebiasaan ini terhdap anak-anaknya karena toilet training merupakan latihan moral pertama yang anak terima. Pembentukan moral yang pertama akan terus berpengaruh pada perkembangan moral yang selanjutnya.

Maksud dari latihan moral diatas adalah orangtua harus mengarahkan dimana anaknya harus melakukan buang air kecil atau buang air besar. Kebiasaan tersebut harus dibentuk dan di latih agar anak tahu apa yang harus dilakukannya ketika akan buang air besar atau buang air kecil.

Bayangkan saja bagaimana kalau anak telah memasuki usia sekolah tetapi belum bisa disiplin dalam toilet training. Ia pasti akan membuang kotorannya di dalam celana. Kejadian tersebut seringkali kita temukan pada anak usia sekolah. Dampaknya anak akan merasa malu sehinggan interaksi sosial dengan teman sebayanya akan berkurang.

Maka dari itu, penting sekali orangtua mengetahui bahwa toilet training itu perlu dicapai pada masa perkembangan anak prasekolah sebagai upaya latihan moral bagi anak.

Belajar Membedakan Jenis Kelamin

Seiring berjalannya waktu, anak akan melihat tingkah laku yang berbeda antara jenis kelamin yang satu dengan yang lain dalam hal ini adalah laki-laki dan perempuan. Anak harus belajar menutupi alat-alat kelaminnya karena alat kelamin ini bisa menimbulkan rasa senang walaupun bagi anak kecil.

Anak mulai atau ada keinginan untuk melihat alat kelamin dari jenis kelamin yang lain dan jenis kelaminnya sendiri. Hal ini perlu menjadi perhatian orangtua agar mengajarkan anaknya bertingkah layaknya perempuan atau laki-laki. Orangtua perlu mengajarkan perbedaan-perbedaan dari kedua jenis kelamin tersebut.

Pembentukan Konsep-Konsep Sederhana

Pembentukan konsep-konesep yang sederhana berkaitan dengan kenyataan sosial dan fisik. Artinya pada waktu lahir anak mengalami ketidakteraturan dalam dunianya. Lama kelamaan anak belajar mengamati benda dan membuat generalisasi dan mengarahkan pada satu nama, misalnya nama binatang, bentuk, manusia, dan sebagainya.

Namun, sebelum anak dapat membentuk konsep-konsep semacam itu, ia memerlukan orang lain dalam memberikan nama benda dan sifat-sifatnya. Hal ini berarti anak memerlukan orangtua sebagai pendidik utama dalam keluarga untuk memberikan konsep-konsep yang sederhana berkaitan dengan kehidupan.

Belajar Menghubungkan Diri Sendiri Secara Emosional dengan orangtua, sanak saudara dan orang lain

Melalui tindakan dan gerak-geriknya anak dinyatakan sedang belajar mencari pengalaman dari orang lain. Ketika anak berinteraksi dengan orang lain, maka ia dapat meniru dan mengidentifikasi orang lain sesuai keinginannya. 

Apabila hubungan anak dengan orang lain terutama orangtua tidak mendapatkan respon yang positif kemudian ia mencari pergaulan dengan objek identifikasi orang lain lagi selainy orangtuanya.

Misalnya orangtua menunjukkan sikap acuh tak acuh maka hal ini akan menimbulkan anak yang bersifat dingin, selanjutnya jika anak memperoleh pergaulan yang menyenangkan dengan orangtuanya, maka anak akan menjadi terbuka ramah dan sebagainya. 


Anak akan mengidentifikasi diri  menjadi seperti orangtuanya. Oleh karena itu, orangtua harus menunjukkan sikap yang baik dan penuh kasih sayang kepada anak-anaknya.

Belajar Membedakan Baik dan Buruk

Belajar mengembangkan kata hati, berarti berarti supaya anak dapat hidup dalam masyarakat. Ia harus mengetahui apa yang benar dan apa yang salah. 

Anak harus mengetahui kalau berbuat sesuatu yang salah  maka akan mendapatkan respon berupa teguran dan hukuman.  Sedangkan kalau ia berbuat baik akan mendapatkan pujian dan ganjaran.

Itulah beberapa penjelasan tentang tugas perkembangan anak usia 0-6 tahun atau masa bayi dan anak prasekolah. Jika ada yang memiliki pengetahuan lebih atau mau sekedar bertanya mari kita berdiskusi di kolom komentar.


Semoga bermanfaat. Salam sejahtera.

0 Response to " Tugas Perkembangan Anak Usia 0 - 6 Tahun (Infancy-Early Childhood)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel