4 Kualitas Orangtua Yang Baik. Apakah Anda Salah Satunya? - Dzikri Khasnudin

4 Kualitas Orangtua Yang Baik. Apakah Anda Salah Satunya?

Keluarga adalah lingkungan yang pertama kali diketahui oleh anak-anak. Keluarga adalah suatu komunitas kecil di mana anak-anak mulai belajar membentuk perilaku dan sikap tertentu. 

Pola asuh di rumah akan sangat mempengaruhi cara anak-anak berhubungan dengan masyarakat yang lebih besar. Ada banyak gaya pengasuhan, tetapi umumnya, ada dua tipe utama yaitu gaya pengasuhan positif dan negatif.

Apa yang membuat gaya pengasuhan dikatakan baik atau buruk dilihat dari hasilnya. Gaya pengasuhan yang baik membentuk anak-anak menjadi individu yang baik hati. Sebaliknya, orangtua yang buruk menanamkan pola perilaku yang tidak diinginkan pada anak-anak.

Jika Anda adalah orang tua, Anda pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak Anda. Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana membuat perbedaan positif dalam kehidupan anak-anak Anda. Anda mungkin ingin mengetahui kualitas orang tua yang baik.


Dalam tulisan kali ini, saya akan berbagi dengan Anda mengenai kualitas orang tua yang baik. Saya harap ini akan membantu Anda dalam membimbing anak-anak Anda. Jadi, mari kita gali lebih dalam pembahasannya.
kualitas orangtua yang baik

Orangtua yang memberi contoh baik

Salah satu sifat orang tua yang baik adalah menjadi teladan bagi anak-anak mereka. Anak-anak tidak akan dapat memahami orangtua  jika orangtua menggunakan hukuman yang keras. 

Anak-anak adalah anak-anak. Mereka suka menjelajahi dunia dan bermain kesana kemari. Keingintahuan mendorong mereka untuk mencoba dan menguji hal-hal baru di sekitar mereka. 

Sebuah hal wajar bagi mereka untuk menjadi berantakan dan kotor karena bermain-main. Memarahi anak setiap kali mereka membuat kesalahan akan menghambat mereka untuk mengembangkan otonomi. Sebaliknya, praktik terbaik adalah menjadi teladan bagi mereka. 

Jika Anda ingin mereka melakukan sesuatu, lakukan terlebih dahulu. Anak-anak meniru apa yang dilakukan oleh orang yang lebih tua. Jadi jika Anda memberi contoh yang baik, kemungkinan besar mereka mengikuti Anda. Tidak perlu hukuman kasar atau fisik.

Selalu gunakan kata-kata afirmatif untuk memotivasi anak

Sebagai orang tua, setiap kata yang  diucapkan sangat berarti. Kata-kata memiliki dampak besar pada perkembangan emosi dan perilaku mereka. Kata-kata dapat meningkatkan harga diri mereka atau mendemoralisasi mereka. 

Bahkan, kata-kata kadang menyebabkan luka yang lebih dalam daripada hukuman fisik. Ini karena kata-kata negatif dapat menembus perasaan batin anak. Seperti kata pepatah "mulutmu adalah harimaumu". Maka, gunakanlah kata-kata yang baik dalam mendidik anak.

Orang tua yang baik selalu memuji setiap perilaku yang dilakukan seorang anak. Kata-kata positif memperkuat perilaku yang baik sehingga dapat mengarahkan perilaku tersebut terulang kembali di masa depan. Ini berarti bahwa anak yang dipuji dapat terus melakukan tindakan positif lagi dan lagi karena penilaian positif orang tuanya.

Kata-kata afirmatif tidak hanya menginspirasi anak-anak tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan kepercayaannya pada orangtua. Dan kepercayaan akan memperkuat ikatan antara orangtua dan anak Anda.

Buat lingkungan yang penuh kasih

Rumah adalah lingkungan pertama yang dihadapi seorang anak. Di lingkungan itulah ia mendefinisikan kesan seorang anak tentang dunia. Dan rumah terbaik adalah rumah yang dibangun dengan cinta. Cinta mempromosikan kebahagiaan, kepuasan, dan pendidikan positif.

Salah satu sifat orang tua yang baik adalah memberikan cinta kasih kepada anak-anak mereka. Mereka memulai hari mereka dengan tindakan yang penuh cinta. Peluk dan cium anak-anak sebelum berangkat sekolah. Lihatlah ke mata mereka saat berbicara dengan mereka. Ini akan menjaga lingkungan positif sepanjang hari yaitu lingkungan keluarga yang penuh dengan kasih sayang.

Buatlah Family Time bersama anak-anak

Orangtua mungkin sibuk sepanjang hari dengan pekerjaan kantor dan sebagainya. Tetapi itu bukan alasan untuk tidak memberikan waktu yang berkualitas bagi anak-anak Anda. 

Tidak peduli betapa lelahnya Anda dari pekerjaan, berikan sedikit waktu untuk mereka. Bermain 15 menit saja sudah cukup untuk membuat dampak positif yang besar dalam hubungan orangtua dan anak.

Kesalahan terbesar yang dilakukan orangtua adalah mendorong anak-anak mereka untuk menonton TV setelah makan malam alih-alih berbicara bersama. Sayangnya, kebanyakan orang tua saat ini hanya mengizinkan anak-anak mereka untuk memainkan gadget bahkan di meja makan. Dalam banyak kasus, teknologi membunuh percakapan orangtua dan anak.

Kurangnya percakapan menciptakan celah antara orangtua dan anak-anak Anda. Kesenjangan percakapan akan menciptakan lebih banyak masalah nantinya. Jadi, buatlah family time berkualitas untuk anak-anak Anda.

Itulah beberapa kualitas orangtua yang baik, apakah anda telah menjadi salah satunya.

Saya harap kualitas orang tua yang baik ini akan membantu para orangtua agar menjadi orangtua yang efektif dan adil bagi anak-anaknya. Dengan cinta dan perhatian, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang sukses dan bahagia.

Semoga bermanfaat. Salam Sejahtera

Baca juga: Tahap Perkembangan Psikososial Menurut Erikson

0 Response to "4 Kualitas Orangtua Yang Baik. Apakah Anda Salah Satunya?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel