Tugas Perkembangan Pada Masa Remaja - Dzikri Khasnudin

Tugas Perkembangan Pada Masa Remaja

Masa remaja merupakan masa transisi seseorang dari anak-anak menuju proses pendewasaan. Seringkali seseorang menganggap masa remaja sebagai masa yang paling indah karena hanya pada masa ini individu memperoleh kebebasan tanpa memikirkan beban kehidupan.

Masa remaja dibagi menjadi 3 tahapan yaitu remaja awal antara usia 13-15 tahun, remaja pertengahan antara usia 16-18 tahun, dan remaja akhir antara usia 19-21 tahun. 

Masa remaja juga disebut sebagai masa pubertas. Hal ini dikarenakan setiap orang mengalami perubahan fisik yang signifikan pada masa remaja. Tumbuhnya jakun pada pria dan tumbuhnya payudara pada wanita menandakan bahwa seseorang sedang mengalami masa pubertas. Selain itu, ketertarikan pada lawan jenis juga merupakan ciri masa pubertas.
Namun, dalam masa remaja juga terdapat tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai untuk mempersiapkan diri menuju proses pendewasaan. Pada umumnya tugas perkembangan pada masa remaja berkaitan dengan upaya mencari jati diri agar menjadi manusia dewasa yang dapat bermanfaat bagi lingkunga keluarga maupun masyarakat. 


tugas perkembangan masa remaja
Dalam membahas tugas-tugas perkembangan pada masa remaja ada empat ciri utama yang perlu di perhatikan yaitu adanya kesadaran akan perubahan-perubahan bentuk tubuh pada individu sebagai makhluk biologis, remaja merasakan adanya keterikatan kepada kelompok sebayanya dalam lingkup heteroseksualitas, timbulnya dorongan untuk mencapai kebebasan pribadi sebagai individu yang berdiri sendiri (a separate self), serta adanya keinginan remaja untuk memantapkan filsafat dan pola hidup tertentu berdasarkan kesatuan norma yang dianutnya.

Ciri tersebut merupakan karakteristik yang sering terjadi pada manusia ketika menginjak usia remaja. Berdasarkan keempat ciri tersebut, maka dapat digambarkan 10 tugas perkembangan yang harus dicapai oleh remaja dalam proses pendewasaanya. 

Berikut ini akan saya jelaskan 10 tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa remaja.

1. Menerima kenyataan fisiknya

Tujuan dari tugas perkembangan ini ialah bangga akan kenyataan tubuhnya sehingga remaja akan berusaha untuk melakukan perawatan yang efektif terhadap kondisi tubuhnya. Hal ini akan mendorong remaja untuk terus menjaga kesehatannya sehingga jauh dari istilah penyakit.

Masa remaja seringkali disebut sebagai masa pubertas karena adanya perubahan fisik dan perubahan kerja pada kelenjar-kelenjar endocrine sehingga sehingga adanya perkembangan yang menuju pada kehidupan khas orang dewasa secara seks dan fisik.

Remaja wanita cenderung memiliki perubahan bentuk tubuh yang lebih cepat dibandingkan remaja pria. Remaja wanita umumnya pada usia 15-16 tahun telah mencapai bentuk tubuh wanita dewasa. Sedangkan, remaja pria meneruskan pekembangan tubuhnya sampai usia 18 tahun untuk mencapai bentuk tubuh pria dewasa.

Dalam kenyataan perkembangannya ada sifat-sifat tubuh yang harus di tolerir oleh remaja. Misalnya sifat tinggi, pendek, kerempeng, gemuk, hidung pesek, kulit hitam, rambut keriting dan sebagainya.

2. Mencapai hubungan  sosial yang matang dengan teman-teman sebaya laki-laki ataupun perempuan

Dalam tugas perkembangan ini setiap remaja harus berkembang menjadi wanita dewasa dan pria dewasa. Mereka harus bekerja sama dengan teman-teman sebayanya, baik sejenis maupun lawan jenis.

Dalam pergaulan sosial ini maka perlu adanya pemahaman akan apa yang disebut perasaan pribadi, urusan pribadi, disamping adanya kenyataan belajar menjadi pemimpin tanpa suatu dominasi. Remaja perlu menjadi orang yang toleran dalam lingkup hak dan kewajiban sendiri diantara hak dan kewajiban orang lain.

Hubungan sosial diantara remaja dipengaruhi oleh tingkat kematangan fisiknya. Anak perempuan atau laki-laki yang terlambat perkembangan fisiknya akan diabaikan oleh kelompok sosialnya. Sedangkan anak yang mencapai perkemangan fisik dianggap wajar sehingga akan lebih mudah diterima oleh kelompok sosialnya.

Pada akhir masa sekolah atau masa anak, anak tumbuh dan berkembang terus serta lebih tertarik pada pergaulan untuk bersama dalam lingkup berteman. Pada awalnya teman sebaya itu hanya dari satu jenis kelamin saja. Masa ini disebut dengan masa "gang age". 

Sejak umur 13-14 tahun kebanyakan para remaja memulai adanya keterikatan kegiatan sosial dan eksperimen dalam kehidupan sosial. Mereka menjadikan sekolah sebagai laboratorium eksperimen sosial mereka. Mereka belajar bertingkah laku layaknya orang dewasa. Misalnya mengorganisisr kegiatan olahraga dan sosial, memilih pemimpin mereka, dan menciptakan peraturan sosial dalam lingkungan mereka. 

Melalui keadaan ini remaja berangsur-angsur lebih matang dan cukup terampil dalam bergaul bermain dengan kelompok sebaya dari dua jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Besar kelompok permainan dalam kehidupan remaja semakin lama menjadi lebih sedikit. Kelompok-kelompok yang tadinya beranggotakan 6 orang berubah menjadi 4 orang dan kemudian 2 orang saja. 

Tugas remaja dalam perkembangan sosialnya harus dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan oleh sekolah lanjutan atas dalam menuju perguruan tinggi atau kelompok kerja tertentu menuju pekerjaan yang benar-benar menunjuk pada profesi tertentu. 

Pada umumnya  masyarakat menilai remaja yang dianggap berhasil dalam pergaulannya ialah remaja yang dapat bergaul dengan teman sebayanya. Orangtua merasa senang kalau anaknya memiliki banyak teman termasuk teman yang berlainan jenis.

3. Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita

Lingkar pertumbuhan pubertas menunjukkan perluasan dalam perbedaan bentuk fisik antara remaja pria dan wanita. Gambaran wanita sebagai keluwesan dan pria sebagai lambang ketegapan dan gagah menjadi lebih jelas pada remaja. Mereka menjadi mulai tertarik pada daya tarik tubuh yang muncul pada lawan jenis.

Bagi anak laki-laki lebih mudah dalam mencapai peran sosial karena pada prinsipnya kehidupan masyarakat lebih banyak di kelola oleh kaum pria. Bagi anak perempuan pada prinsipnya mereka mudah menerima peranan bagi dirinya sebagai istri atau ibu.

4. Mencapai kebebasan emosional orangtua dan orang dewasa lainnya

Prinsip dasar dari tugas ini adalah seseorang harus bebas dari sifat kekanak-kanakan dan ketergantungan pada orangtua. Mengasihi orangtua tidak berarti kita terikat kepada mereka. Menghormati orang dewasa lain tidak berarti kita terikat kepadanya seumur hidup.

Dalam masyarakat, pada umumnya orangtua dan anak menghadapi kekacauan emosional dalam memecahkan tugas ini.

Remaja ingin berkembang menjadi dewasa dan bebas. Tetapi bagi mereka dunia dewasa adalah hal yang asing dan rumit sehingga mereka memutuskan untuk melanjutkan kehidupan yang aman dibawah perlindungan orangtua.

Disatu pihak orangtua menghadapi anaknya tumbuh dan berkembang dan dapat berdiri sendiri, tetapi di lain pihak mereka beranggapan bahwa anaknya adalah manusia muda yang tidak tahu apa-apa dan kurang berpengalaman. Mereka risau akan kemampuan anak-anaknya menghadapi dunia yang penuh masalah ini.

Anak atau remaja yang gagal dalam menyelesaikan tugas perkembangan ini akan menjadi orang dewasa yang tidak merdeka. Ia akan terikat dan tergantung pada orangtuanya atau orang lain, tidak mampu menggunakan pikirannya untuk mengambil keputusan pada masalah yang penting bagi dirinya. 

Orang ini tidak dapat bertindak dan bergerak bebas dalam masyarakat orang dewasa karena secara emosional mereka masih anak-anak. Kegagalan dalam tugas ini ada hubungannya dengan kegagalan dalam membangun hubungan dengan teman sebayanya.

Artinya, remaja yang berhasil menjalin hubungan yang baik dengan teman sebaya akan mencapai hubungan emosional yang baik pula pada masa dewasa. Begitupun sebaliknya, remaja yang tidak dapat menjalin hubungan dengan teman sebaya akan memiliki sifat emosional yang kekanak-kanakan.

5. Mencapai adanya jaminan dan kebebasan ekonomi

Tujuan dari tugas ini ialah adanya kemampuan untuk dapat hidup sendiri atas kemampuan dan tenaga sendiri. Tugas ini sangat penting bagi anak laki-laki dalam mempersiapkan diri sebagai kepada keluarga dan pencari nafkah. Pada kehidupan yang serba sulit seperti saat ini, tugas perkembangan ini juga penting bagi anak perempuan agar dapat menjamin hidupnya atas kemampuan dan tenaganya sendiri. 

Kemampuan untuk tumbuh menjadi besar dan dapat menentukan dirinya sendiri merupakan keinginan dan dorongan yang kuat pada si remaja. Dalam masyarakat tertentu, ciri orang dewasa yang baik adalah yang mempunyai penghasilan yang layak. Hal ini menyebabkan banyak remaja yang risau dan khawatir jika dirinya tidak dapat membangun kemampuan ekonomi yang layak. 

Oleh karena itu, tumbuh menjadi besar merupakan simbol adanya kemampuan untuk dapat mencari nafkah. Remaja akan senantiasa berusaha untuk mencapai tugas perkembangan ini agar kelak dapat menjadi orang dewasa yang memiliki kemampuan ekonomi yang layak.

6. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan atau pekerjaan.

Tugas ini dimaksudkan dapat memilih dan mempersiapkan sesuatu jabatan yang sesuai dengan kemampuan si remaja. Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan akan memudahkan seseorang mencapai kebahagiaan dalam hidup. Persiapan jabatan atau pekerjaan yang mantap akan memberikan kepercayaan pada si remaja, bahwa ia dapat bekerja sebagai konsekuensi ia dapat menghasilkan uang. 

Di dalam masyarakat ada penghargaan atau pandangan yang cukup tinggi terhadap seseorang yang telah dapat berdiri sendiri dan mempunyai pekerjaan. Kenyataan ini berpengaruh pada perkembangan remaja dalam usaha mempersiapkan pekerjaan dan jabatan. Apalagi dalam masyarakat kita dewasa ini, kesempatan kerja lebih sedikit daripada orang yang mau bekerja. Artinya saat ini persaingan untuk mencari pekerjaan sangat tinggi sehingga remaja harus memiliki skill memadai agar dapat memperoleh suatu pekerjaan.

7. Mempersiapkan diri untuk kehidupan perkawinan dan keluarga

Maksud dari tugas ini adalah mengembangkan sikap positif terhadap kehidupan keluarga dan mempunyai anak. Tugas khusus bagi remaja wanita, mereka harus mempersiapkan diri belajar tentang pengelolaan rumah tangga dan cara/usaha merawat dan membimbing anak. Bagi remaja laki-laki untuk mempunyai pekerjaan dan usaha sendiri secapatnya merupakan salah satu tugas khusus untuk dapat mencapai tugas perkembangan ini.

8. Mengembangkan keterampilan intelek dan konsep yang diperlukan dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat dan warga negara.

Tugas perkembangan ini menggambarkan tentang kemampuan serta keterampilan intelek untuk mengembangkan konsep-konsep yang menyangkut hukum, pemerintahan, ekonomi, politik, geografi, hakikat manusia dan lembaga-lembaga sosial yang ada dalam kehidupan dunia dewasa ini. 

Disamping itu mereka perlu mengembangkan keterampilan berbahasa dan berbicara dengan baik serta mengembangkan kemampuan berpikir yang mantap untuk dapat memecahkan masalah kehidupan secara efektif sesuai dengan tuntutan masyarakat dimana mereka hidup. 

9. Adanya keingingan dan kemauan untuk mencapai tanggung jawab sosial

Masalah tanggung jawab sosial menyangkut masalah nilai, etika, dan masalah karakter dalam kecenderungan berbuat sesuatu yang baik dan buruk. Proses seseorang menjadi orang yang berwatak baik atau buruk pembentukannya dimulai sejak masa kanak-kanak  (early childhood) pada waktu membangun konsep etika atau moral dan kata hati

Permulaan adanya moral bertanggung jawab dimulai dengan adanya hubungan antara anak dan orang lain. Dengan kata lain, hakikat tugas ini yaitu mengembangkan diri sendiri menjadi seorang dewasa yang bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat dan bangsa yang selalu memperhitungkan nilai-nilai sosial dalam tingkah lakunya secara pribadi.

Proses ikatan individu terhadap kelompok sosialnya dimulai sejak lahir. Ia mempelajari kehidupan sosial pertama-tama dari lingkungan keluarganya. Ia mulai belajar mengetahui istilah dan makna kesejahteraan dari keluarganya. Dalam keluarga ia mengenal apa artinya mengorbankan kesenangan dan kesukaran yang bersifat pribadi demi kepentingan dan kebaikan kelompoknya yaitu keluarga.

Proses ini kemudian berkembang dan diperluas selama masa anak sekolah dan masa remaja. Anak belajar menjadi peserta dari kelompoknya melalui memberi dan menerima (take and give), kesediaan berkorban, membagi dan merasakan suka dan duka. Remaja sudah siap mengadakan hubungan dengan masyarakat dan negara serta bangsanya.

Remaja harus dapat merasakan suasana berkorban demi kebaikan kelompoknya sebagai bukti turut serta bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat dan kehidupan orang dewasa. 

10. Memperoleh suatu sistem kesatuan norma hidup yang dijadikan pedoman dalam tindakan-tindakannya dan pandangan hidup

Tugas ini dimaksudkan bahwa remaja harus memahami norma-norma yang berlaku dalam masyarakatnya. Remaja harus dengan sadar mengembangkan dan merealisasikan norma hidup itu dalam perbuatan dan tindakannya. Mereka harus dapat mengenal peranan dan status dirinya diantara peranan dan status orang lain. 

Berdasarkan hal ini maka tugas perkembangan ini mengharapkan remaja mempunyai gambaran yang berharga tentang segala sesuatu yang harus menjadi pedoman hidupnya. Mereka dapat menjangkau sistem moral (etika) yang berlaku dalam lingkungan hidupnya. 

Itulah kesepuluh tugas perkembangan yang harus dicapai oleh remaja pada perkembangannya. Pada intinya setiap tugas perkembangan yang ada merupakan proses remaja untuk menuju jenjang berikutnya yaitu masa dewasa. 

Jika disimpulkan kesepuluh tugas perkembangan diatas dapat disederhanakan sebagai berikut.
  • Menerima keadaan fisik dalam arti menerima kondisi fisik kita apa adanya baik itu kulit putih atau hitam, tinggi atau pendek, gemuk atau kurus. Terima saja dan syukuri.
  • Jalin hubungan yang baik dengan teman sebaya
  • Buang sifat kekanak-kanakan dan jangan ketergantungan terhadap orangtua
  • Asah kemampuan diri/keterampilan diri agar memperoleh pekerjaan sehingga dapat hidup mandiri secara ekonomi
  • Persiapkan diri untuk hidup berkeluarga
  • Tingkatkan kemampuan intelektual (kognitif, afektif, psikomotor)
  • Tingkatkan tanggung jawab sosial masyarakat

0 Response to "Tugas Perkembangan Pada Masa Remaja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel