Pentingnya Storytelling Dalam Kehidupan Keluarga - Dzikri Khasnudin

Pentingnya Storytelling Dalam Kehidupan Keluarga


Apa yang anda ketahui mengenai storytelling? Pada umumnya storytelling dikenal sebagai sebuah cara untuk menceritakan sesuatu dengan berdongeng. Hal-hal yang bisa diceritakan biasanya disajikan dengan menggunakan gaya dan intonasi yang menarik perhatian.

Secara profesional, kemampuan storytelling wajib dimiliki oleh seorang public speaking. Dalam proses belajar mengajar, teknik storytelling sangat baik digunakan ketika mengajarkan sesuatu kepada anak-anak karena biasanya storytelling selalu disisipi oleh pesan moral dalam bentuk lelucon atau hiburan.

Storytelling merupakan kegiatan yang telah ada sejak zaman dahulu. Setiap orang pasti memiliki cerita untuk mereka bagikan kepada orang lain. Kehidupan kita dibentuk berdasarkan pengalaman-pengalaman baik yang kita alami sendiri maupun milik orang lain. 

Lalu mengapa dalam kehidupan keluarga teknik storytelling ini diperlukan?

Kehidupan kelurga juga tak lepas dari kegiatan storytelling. Kehidupan keluarga menyimpan sejuta cerita yang unik dan berbeda antara keluarga satu dengan keluarga lainnya.

Kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh orangtua untuk memperkenalkan generasi terdahulu kepada anak-anaknya. Bahkan ada beberapa hal yang wajib diceritakan kepada anak-anak kita nantinya ketika telah berkeluarga misalnya silsilah keluarga, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. 

Kegiatan storytelling merupakan penghubung antar generasi dalam menceritakan kisah-kisah perjuangan generasi sebelumnya. 

Storytelling juga dapat menjadi sarana meningkatkan keakraban diantara anggota keluarga dengan memberikan cerita-cerita menarik atau menjadi sarana bagi orangtua memberikan nasihat kepada anak-anaknya tetapi dikemas dalam bentuk hiburan.
Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai storytelling dalam kehidupan keluarga, kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dan tujuan dari storytelling itu sendiri.

Pengertian dan Tujuan Storytelling

Secara bahasa, storytelling terdiri dari dua kata yaitu story yang berarti cerita atau kisah dan telling yang berarti menceritakan. Penggabungan dua kata storytelling berarti menceritakan cerita.

Storytelling merupakan usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk menyampaikan isi perasaan, gagasan/ide atau sebuah cerita kepada orang lain secara lisan.

Serang ahli linguistik, Tarigan memberikan pengertian mengenai storytelling yaitu salah satu keterampilan berbicara yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang lain. 

Seseorang dapat menyampaikan berbagai macam cerita, ungkapan berbagai perasaan sesuai dengan apa yang dialami, dilihat, dirasakan, dibaca dan ungkapan keinginan membagikan pengalaman yang diperolehnya. 

Ada dua unsur penting dalam storytelling yaitu linguistik/tata bahasa dan unsur apa yang diceritakan. Ketepatan ucapan, tata bahasa, kosakata, kefasihan dan kelancaran menggambarkan seseorang memiliki kemampuan berbicara yang baik.

Storytelling merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. 

Secara umum, tujuan storytelling adalah sebagai berikut.
  • Menciptakan suasana gembira, senang dan membangkitkan imajinasi pendengar.
  • Memberikan pengalaman baru yang dapat dijadikan pelajaran.
  • Melatih kemampuan berbicara dan memperbanyak pembendaharaan kata.
  • Melatih konsentrasi dan daya tangkap pendengar.
  • Menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada pendengar.

Manfaat Storytelling Dalam Kehidupan Keluarga

1. Sarana membangun keakraban dan mendekatkan diri dengan anggota keluarga

Saat anak mendengarkan cerita pengalaman orangtua, maka akan memunculkan kehangatan antara orangtua dan anak. Anak akan mengetahui salah satu pengalaman orangtuanya yang paling berkesan. Pengalaman yang akan menciptakan rasa bangga dan senang anan pada orangtuanya. Perasaan ini yang akan mengakrabkan anak dengan orangtua.

2. Memotivasi dan menginspirasi Anak

Jika yang diceritakan oleh orangtua adalah soal perjuangan, kerja keras, dan kesungguhan orangtua dalam belajar, maka pengalaman orangtua ini akan memberikan motivasi dan inspirasi bagi anaknya.  

Anak akan kagum dan bangga pada orangtuanya. Anak akan meniru apa yang telah dilakukan orangtuanya dalam belajar dan bekerja keras meraih cita-cita. Pengalaman ini akan selalu diingat oleh anak untuk mendorong semangatnya dalam belajar meraih cita-cita. 

3. Menciptakan kasih sayang dalam keluarga

Dengan adanya storytelling maka akan menciptakan keterbukaan antara orangtua dan anak. Kepercayaan ini akan berbalik sehingga anak juga akan senantiasa terbuka kepada orangtuanya. Dari sinilah kasih sayang antara anak dan orangtua terbentuk.

Orangtua akan berupaya untuk menjadi teman (friendly) bagi anak-anaknya. Hubungan antara orangtua  dan anak dibentuk berdasarkan rasa yang terungkapkan dalam cerita sehari-hari apabila mereka selalu terbuka.

4. Mengembangkan kemampuan berbicara dan memperkaya kosakata anak

Setiap kali orangtua bercerita selalu ada kosakata baru yang didengar oleh anak. Hal ini akan memperkaya kosakata anak dalam berbicara. Maka secara tidak langsung orangtua telah mengajarkan pembendaharaan kata yang banyak kepada anak melalui bercerita.

5. Memberikan pengetahuan sosial dan nilai-nilai moral

Kita tahu bahwa orangtua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Pendidikan dalam keluarga berupaya membentuk karakter anak yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Pendidikan keluarga bukanlah pendidikan formal seperti sekolah dimana proses pembelajarannya dibatasi oleh ruang dan waktu. Pendidikan keluarga dapat dilakukan kapan saja dan salah satu bentuk pembelajarannya yaitu melalui bercerita.

Konten Cerita Dalam Keluarga

Setelah mengetahui manfaat dari storytelling dalam keluarga, orangtua juga harus menentukan topik apa yang akan diceritakan kepada anak-anaknya. Konten cerita yang dipilih nantinya harus bervariasi agar anak tidak merasa bosan mendengarkan cerita-cerita dari orangtuanya. Berikut ini beberapa konten cerita yang dapat dijadikan referensi storytelling dalam kehidupan keluarga.

1. Silsilah Keluarga

Silsilah keluarga adalah suatu catatan atau bagan yang menggambarkan asal usul dan hubungan sampai ke beberapa generasi. Terdapatnya silsilah keluarga dipengaruhi oleh adanya dua orang yang menikah lalu memiliki keturunan. 

Silsilah keluarga merupakan hal yang sangat penting bahkan wajib untuk diceritakan kepada semua anggota keluarga agar mengetahui siapa nenek moyang kita. 

Dalam ajaran islam, mengetahui silsilah keluarga penting untuk dikomunikasikan terutama dalam pembagian harta warisan dan pernikahan. Jangan sampai ada anggota keluarga yang memiliki hak waris namun tidak mendapatkannya. 

Selain itu, bagi wanita mengetahui silsilah keluarga akan bermanfaat bagi mereka karena dapat mengetahui siapa wali nikah yang sah apabila ayahnya sudah meninggal dunia.

Dan yang paling penting adalah sebelum seseorang menikah harus ditelusuri terlebih dahulu garis keturunannya jangan sampai menikah dengan satu darah. Pernikahan satu darah akan sangat berbahaya bagi kesehatan dan keturunan yang diturunkan. Biasanya anak yang dihasilkan dari pernikahan satu darah akan mengalami kecacatan baik itu cacat mental maupun cacat fisik. Mengerikan bukan?

Berdasarkan uraian tersebut, maka menjadi penting bagi para orangtua untuk menceritakan silsilah keluarga kepada anak-anaknya. Barangkali orang yang selama ini kita kenal dari sekolah atau lingkungan kerja adalah kerabat kita sendiri.

2. Pendidikan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pendidikan keluarga merupakan basis pendidikan pertama dan utama. Situasi keluarga yang harmonis dan bahagia akan melahirkan generasi penerus yang baik dan bertanggung jawab.

Peran orangtua yang seharusnya adalah sebagai orang pertama yang memberikan pendidikan dasar terhadap anak-anaknya. Dengan hal ini, kehidupan keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dalam menentukan dan membina proses perkembangan anak. 

Pendidikan dapat dikomunikasikan dengan baik antara anak dan orangtua agar tanggung jawab orangtua dalam membina pendidikan anak terlaksana.  Anak juga tidak akan sungkan untuk mengemukakan naik dan turunnya prestasi di sekolah, hambatan belajar hingga soal biaya pendidikan.

Selain itu, menceritakan pendidikan dapat menjadi motivasi bagi anak untuk dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dari orangtuanya. Meskipun orangtua memiliki pendidikan yang rendah dan ekonomi yang terbatas, mereka akan selalu mendukung minat anak-anaknya agar mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

3. Kesehatan

Kesehatan merupakan salah satu hal yang penting untuk diceritakan dalam keluarga. Kesehatan menjadi kebutuhan yang tidak boleh diabaikan, salah satunya adalah masa pubertas. 

Sebagian besar anak yang pemalu cenderung tidak mau menceritakan hal-hal mengenai masa pubertasnya pada orangtua. Padahal masa pubertas merupakan hal yang penting untuk diketahui oleh orangtua agar anak memahami apa itu pubertas, bagaimana cara menghadapi pubertas serta dampak apa yang akan timbul setelah masa pubertas. 

Misalnya bagi anak perempuan yang mengalami haid pertama kalinya, maka ia harus menceritakannya kepada orangtua mereka. Orangtua harus mengetahui dan memberi pengetahuan kepada anak-anaknya mengenai cara membersihkan darah haid dan dampaknya apa bagi anak. 

Dalam hal ini komunikasi menjadi perlu agar pengetahuan anak terhadap pubertas menjadi lebih paham. Selain itu, dapat mengurangi dampak-dampak seseorang yang telah mengalami pubertas.

4. Percintaan

Percintaan merupakan hal yang paling jarang diceritakan anak kepada orangtua, begitupun sebaliknya. Alasan anak tidak mau menceritakan percintaannya karena rasa malu dan takut. 

Tidak sedikit gara-gara masalah percintaan pada anak mengakibatkan pendidikan terabaikan, boros, pandai berbohong, serta sering membantah orangtua. 

Padahal komunikasi perihal percintaan sangat perlu dibangun agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, serta anak mendapatkan pemahaman-pemahaman dalam memilih serta memantapkan pasangan yang telah dipilih.


Orangtua juga dapat menceritakan kisah cinta mereka kepada anak-anaknya. Hal ini bisa  jadi penting bagi anak terutama dalam memilih pasangan hidup. Jika kisah cinta orangtuanya romantis, maka anak akan berupaya mengikuti kisah orangtuanya tersebut. Selain itu, dalam memilih pasangan bagi anak, minimalnya anak akan mencari kriteria calon pasangan yang mirip dengan ayahnya atau ibunya. 

5. Masalah Teman 

Masa remaja merupakan masa yang penting dalam proses perkembangan, karena itu perkembangan pada masa remaja sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terutama lingkungan terdekatnya yaitu keluarga.

Pengaruh teman sebaya dalam pembentukan identitas remaja sangatlah penting, karena dengan teman sebayalah biasanya remaja menghabiskan waktunya untuk saling bertukar informasi di dunia luarnya. 

Peran orangtua disini yaitu mengawasi anak dengan siapa mereka berteman dan menanyakan keseharian anak di sekolah seperti apa, karena ada saja anak yang tidak terbuka untuk menceritakan masalah dengan teman sebaya. 

Namun, ada juga sebagian anak yang senang menceritakan masalah dengan temannya kepada orangtua, seperti masalah berbeda pendapat, egois, cemburu kepada teman sebayanya, salah paham dan jarang berkomunikasi. 

Masalah-masalah tersebut sering dijumpai dalam sebuah persahabatan. Maka dari itu, sebagai orangtua harus banyak memperhatikan apabila anak terlihat berbeda tidak seperti biasanya, mungkin saja ada masalah yang dihadapinya.

6. Masalah Keuangan Keluarga

Keuangan keluarga adalah hal penting yang perlu dikelola dengan baik. Dalam keluarga, sebaiknya setiap anggota keluarga baik itu ayah, ibu, dan anak mengetahui penghasilan yang didapatinya. 

Hal ini dapat menjadi pembicaraan saat santai atau momen kumpul keluarga. Dengan begitu, ketika kebutuhan yang diinginkan oleh anak tidak terpenuhi, maka anak sudah memahaminya sehingga tidak adanya kemarahan, kekecewaan dan kesedihan. Anak sudah paham dengan kondisi ekonomi keluarganya.


Konten pembicaraan ini bisa membuat keluarga semakin utuh dan keluarga menjadi sejahtera karena seluruh anggota keluarga terbuka satu sama lain. 

Itulah gambaran mengenai pentingnya storytelling dalam kehidupan keluarga. Sebenarnya banyak hal-hal yang dapat diceritakan oleh setiap keluarga dalam kehidupan sehari-harinya. Setiap keluarga juga memiliki cerita yang berbeda dengan keluarga lainnya. Maka dari itu, storytelling merupakan hal yang unik dan perlu dilakukan oleh setiap anggota keluarga.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Salam Sejahtera.

0 Response to "Pentingnya Storytelling Dalam Kehidupan Keluarga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel