Tips Orangtua Ketika Anak Memasuki Perguruan Tinggi - Dzikri Khasnudin

Tips Orangtua Ketika Anak Memasuki Perguruan Tinggi

Tahun pertama di perguruan tinggi merupakan waktu transisi dan adaptasi untuk kedua orang tua dan anak mereka.
 
Perguruan tinggi mendorong mahasiswanya untuk menikmati kebebasan dan otonomi serta mengambil tanggung jawab atas keputusan mereka sendiri.

Orang tua mungkin merasa senang karena anak-anak mereka memiliki  lingkungan belajar yang baru. Namun disisi lain orangtua juga sedih karena sekarang anak-anak mereka menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah.

Sebagai orang tua dan anggota keluarga, Anda dapat membuat dampak positif dengan melepaskan, menerima, dan beradaptasi dengan perubahan serta mendefinisikan ulang peran Anda dalam kehidupan anak-anak Anda.

Kini anak anda telah memiliki lingkungan baru dalam belajar dan aktivitas sosialnya. Namun ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar anda selalu merasa dekat dengan anak.
 tips orangtua ketika anak memasuki perguruan tinggi
Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan ketika anak memasuki perguruan tinggi.

1. Tetap terhubung

Pahamilah bahwa anak-anak Anda mungkin tidak segera membalas pesan anda karena jadwal yang sibuk . Gunakan media sosial, misalnya WhatsApp, Facebook Messenger, LINE, atau media sosial lainnya untuk tetap terhubung dengan anak.

Buat kesepakatan bersama dengan mereka tentang frekuensi dan lama waktu untuk panggilan telepon dan pertemuan keluarga. Apakah satu hari sekali atau dua hari sekali melakukan panggilan telepon. Ini penting, orangtua dapat mengawasi anak dengan seringnya berkomunikasi melalui telepon atau sekadar bercerita.

2. Bersabarlah jika anak-anak Anda masih bergelut dengan pelajaran

Anak memerlukan strategi belajar baru dalam pendidikan di perguruan tinggi. Beberapa anak kadang mendapatkan nilai awal mereka tidak sebagus seperti yang  diharapkan. Anak yang biasanya menduduki ranking teratas disaat SMA, mungkin akan merasa sangat kecewa. 

Peran orangtua, yakinkan mereka bahwa kekecewaan seperti itu tidak sama dengan kegagalan. Hasil akademik adalah privasi mereka, jika anak mendapatkan hasil yang tidak memuaskan ia tidak akan mengungkapkannya kepada siapapun, termasuk orang tua. Maka dari itu, silakan tanyakan langsung kepada anak Anda.

3. Mendorong pemecahan masalah secara proaktif

Dengarkan dengan pikiran terbuka ketika anak-anak Anda berbagi masalah dan cerita mereka.

Dorong mereka untuk mendapatkan lebih banyak pendapat dari berbagai sumber (misalnya dosen wali akademis, anggota fakultas, pengawas aula, konselor, dan siswa senior) untuk membuat penilaian yang baik terhadap masalah yang dihadapi anak.

Dorong mereka untuk mengambil inisiatif mengeksplorasi dan memanfaatkan sumber daya universitas, seperti peningkatan bahasa, layanan konsultasi dan konseling karir.

4. Mendukung pengembangan pribadi dan pembelajaran komprehensif

Meskipun studi akademis sangat penting, perguruan tinggi menekankan pada pengembangan manusia seutuhnya. Dukung anak-anak Anda dalam merangkul beragam peluang seperti aktivitas di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi/komunitas mahasiswa, magang dan pertukaran pelajar ke luar negeri. 

Berangkat !!!
Pahamilah bahwa anak memiliki perspektif mereka sendiri, meskipun orangtua mungkin lebih berpengalaman dan kompeten. Biarkan anak-anak bertanggung jawab atas kesejahteraan dan masa depan mereka sendiri. Biarkan mereka mencari dan mengadvokasi gairah sejati mereka dalam pendidikan di perguruan tinggi, jalur karier, dan akhirnya dalam kehidupan sebenarnya yaitu kelaurga.   

Jika Anda memperhatikan anak-anak Anda mengalami masalah penyesuaian, suasana hati atau masalah kesehatan mental, dorong mereka untuk mencari bantuan sedini mungkin

Sekian tulisan kali ini. Semoga bermanfaat.

Salam Sejahtera.

0 Response to "Tips Orangtua Ketika Anak Memasuki Perguruan Tinggi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel