Pembagian Ruangan (Zoning) Dalam Rumah - Dzikri Khasnudin

Pembagian Ruangan (Zoning) Dalam Rumah

Tata ruang secara sederhana diartikan sebagai penataan dan pemanfaatan ruang. Ruang dalam hal ini, dapat berbeda-beda luas, status, dan karakteristiknya. Ada ruang yang berukuran puluhan bahkan ratusan kilometer persegi. 

Namun, ada juga ruang yang sempit, hanya ratusan atau ribuan persegi sampai satu atau dua puluh lima meter. Misalnya penataan ruang rumah, komplek perumahan, kampus, dan sebagainya. Sebaliknya, penataan ruang yang luas meliputi rencana umum tata ruang suatu wilayah atau pemerintah daerah. 

Menurut D.A. Tisnaadmidjaja, yang dimaksud dengan ruang adalah “wujud fisik wilayah dalam dimensi geografis dan geometris yang merupakan wadah bagi manusia dalam melaksanakan kegiatan kehidupannya dalam suatu kualitas kehidupan yang layak”. T

Tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang. Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang.
Pembagian Ruangan (Zoning) Dalam Rumah

Organisasi tata ruang atau organisasi ruang adalah pembagian tata ruang pada bentukan yang sudah ada. Setiap jenis organisasi ruang didahului oleh yang membicarakan karakter bentuk, hubungan-hubungan ruang, dan tanggapan lingkungan berdasarkan kategori tersebut. 

Dalam konteks sebuah rumah, tata ruang berarti pembagian jenis-jenis ruangan beserta fungsinya sesuai dengan karakteristik ruang tersebut

Kebutuhan Ruang

Kebutuhan ruang merupakan cara-cara dasar agar dapat mengatur dan mengorganisir ruang-ruang sebuah bangunan dalam hal ini adalah rumah. 

Dalam sebuah rumah, biasanya terdapat kebutuhan-kebutuhan akan beragam jenis ruang, diantaranya:
  • Memiliki fungsi khusus atau membutuhkan bentuk-bentuk yang khusus. Misalnya ruang kerja/kantor yang membutuhkan bentuk khusus agar suasana dalam ruang tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya.
  • Fleksibel dalam penggunaan dan dapat bebas di manipulasi. Contohnya ruang keluarga yang dapat di manipulasi dan di variasikan sesuai keinginan dari pemilik rumah.
  • Tunggal dan unik fungsi atau kepentingannya terhadap organisasi bangunannya. 
  • Memiliki fungsi-fungsi serupa dan dapat dikelompokkan menjadi suatu kumpulan fungsional atau diulang dalam sebuah sekuen linear.
  • Membutuhkan paparan eksterior terhadap cahaya, ventilasi, pemandangan, atau akses ke ruangan luar.
  • Harus terpisah untuk menjaga privasi.
  • Harus mudah diakses.

Pembagian Ruangan (Zoning) Dalam Rumah

1. Zona Publik

Zona publik merupakan bagian-bagian ruangan dalam rumah yang bisa digunakan oleh semua orang, termasuk tamu. Misalnya ruang tamu, teras, taman dan car port.

Ruang Tamu

Ruangan yang digunakan khusus untuk menerima tamu baik tamu keluarga maupun tamu non keluarga. Namun jika tamu yang datang merupakan teman dekat atau keluarga dekat biasanya bisa diterima di ruang lainnya dan dibolehkan ke ruang lainnya yang tidak bersifat pribadi. 

Di dalam ruang tamu umumnya terdapat set meja kursi tamu, pajangan, vas bunga, tempat majalah/koran, dan sebagainya.

Teras

Teras rumah adalah ruangan terbuka di depan rumah yang dapat diisi dengan kursi-kursi dan meja atau tanaman-tanaman yang tidak membutuhkan banyak cahaya matahari. Teras rumah bisa difungsikan seperti layaknya ruang tamu yang tidak terlalu formal. 

Di teras juga bisa dijadikan tempat santai keluarga karena bisa dipergunakan untuk melihat pemandangan di luar rumah sambil menikmati kesejukan udara di sekitar rumah.

Taman dan Car port

Taman dan car port biasanya ada di depan rumah yang terletak di antara pagar dan teras rumah. Taman bisa diisi dengan berbagai tanaman sesuai dengan selera penghuninya atau yang mengurusnya. 

Tanaman yang ditanam langsung di tanah dan tanaman yang ditanam di dalam pot bisa dikombinasikan untuk mendapatkan tampilan yang menawan. Di garasi mobil dan motor bisa diletakkan rak sepatu dan lemari khusus perkakas untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. 

Selain di depan rumah, taman juga bisa diletakkan di belakang rumah, samping rumah atau bahkan di tengah rumah dan di atas rumah.

2. Zona Semi Publik

Zona semi publik adalah bagian ruangan dalam rumah yang penggunaannya harus seizin dari pemilik rumah khususnya bagi tamu. Misalnya ruang keluarga, ruang belajar/ruang kerja, dan ruang makan.

Ruang Keluarga

Ruangan ini biasa digunakan para penghuni rumah untuk berkumpul dan bercengkrama. Pada umumnya dilengkapi dengan sofa yang empuk, karpet, bantal, rak televisi dan berbagai barang elektronik seperti tv, dvd atau bd player, konsol video game, radio tape/hi-fi, dan sound system.

Ruang Kerja/belajar

Jika ada ruang berlebih maka ruang yang khusus didedikasikan untuk menunjang kegiatan kerja atau belajar bisa dibuat. Di dalamnya bisa dapat diletakkan meja kursi kerja, meja kursi belajar, rak buku, lampu belajar, komputer, laptop, peralatan kerja, dan lian sebagainya. 

Ruang ini pun juga bisa dijadikan ruangan hobi untuk meletakkan berbagai benda-benda koleksi hobi para penghuni rumah.

Ruang Makan

Makanan yang telah disiapkan di dapur bisa kemudian disajikan di meja makan yang terletak di ruang makan. Di dalamnya terdapat berbagai perabot seperti set meja kursi makan, water dispenser, rak penyimpanan piring, sendok, garpu, gelas, cangkir, dan lain-lain. 

Dapur dan ruang makan sebaiknya jangan dipisah terlalu jauh agar memudahkan makanan yang telah siap saji untuk disajikan di ruang makan.

3. Zona Privat

Zona privat merupakan bagian ruangan dalam rumah yang digunakan secara khusus oleh anggota keluarga utuk kegiatan-kegiatan tertentu. Penggunaannya tentu harus seizin dari pemilik/penghuni ruangan tersebut. Contoh zona privat yaitu kamar tidur, kamar mandi, dan mushola.

Kamar Tidur

Kamar tidur adalah ruangan yang berfungsi untuk tidur para penghuninya dengan peralatan dan perlengkapan tidur seperti tempat tidur, bantal, guling, televisi, rak tv, lemari pakaian dan lain sebagainya. 

Kamar tidur juga bisa dimanfaatkan untuk tempat berganti pakaian / ganti baju karena umumnya pakaian seseorang diletakkan di kamar tidur.

Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan ruangan wajib yang harus dimiliki oleh sebuah rumah yang baik untuk melepaskan segala ketegangan yang terjadi akibat adanya tekanan yang ada di dalam tubuh manusia. 

Buang air besar dan kecil, mandi, bersih-besih, cuci muka, cuci tangan, bilas badan, dan sebagainya.

Mushola

Agar lebih khusyuk dalam beribadah, jika ada ruang yang tidak dipakai sebaiknya dibuatkan ruangan khusus untuk ibadah keluarga. Untuk penghuni laki-laki diusahakan sholat wajib lima waktu di masjid secara berjamaah di awal waktu. 

Sedangkan di rumah digunakan untuk yang perempuan dan untuk ibadah non sholat wajib bagi yang laki-laki. Untuk keluarga yang beragama lain bisa disesuaikan menurut ajaran agamanya.

4. Zona Service

Zona service biasa digunakan untuk tempat penyimpanan barang seperti gudang atau tempat masak memasak seperti dapur.

Dapur

Dapur merupakan tempat untuk menyiapkan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Terdapat kompor gas, peralatan memasak, tempat mencuci piring, kitchen set, dan lain sebagainya. 

Ruang dapur sebaiknya memiliki sistem ventilasi atau sirkulasi udara yang baik agar asap yang dihasilkan oleh proses memasak bisa dibuang ke alam bebas dengan baik tanpa menimbulkan masalah dengan lingkungan sekitar.

Gudang

Gudang bisa dimanfaatkan untuk meletakkan berbagai benda-benda yang sudah tidak digunakan lagi seperti perabot rumah tangga, pakaian, buku-buku, koran/majalah bekas, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Siapkan rak-rak terbuka dan tertutup untuk meletakkan barang-barang agar tersusun rapi. Usahakan membuat gudang yang rapi agar tidak dijadikan sarang oleh hewan/binatang maupun oleh penyakit yang berbahaya bagi manusia.

1 Response to "Pembagian Ruangan (Zoning) Dalam Rumah"

  1. Mantap,mas Dzikri ..., pembagian ruang di dalam rumah diulas sangat komplit.
    Pembaca akan jelas membaca masing-masing fungsinya.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel