Review Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga - Dzikri Khasnudin

Review Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Setelah lulus sekolah, setidaknya ada empat pilihan dalam hidup para siswa SMA menuju dunia nyata yaitu melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, bekerja/berwirausaha, langsung menikah dan menjadi pengangguran. Pilihan keempat sangat tidak saya sarankan bagi kalian yang ingin memiliki masa depan yang lebih baik.

Bagi mereka yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, diterima di salah satu universitas terbaik merupakan cita-cita yang diharapkan oleh setiap siswa. Mereka akan berusaha masuk ke universitas favorit melalui berbagai macam seleksi baik itu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), maupun Seleksi Mandiri (SM). 

Sebelum memasuki tahap seleksi, biasanya mereka dihadapkan pada pemilihan jurusan yang diinginkan. Dalam memilih jurusan tersebut, mereka akan mencari informasi-informasi seputar jurusan kuliah yang ada di perguruan tinggi. Tentunya mereka akan mencari jurusan dan perguruan tinggi favorit yang mereka cita-citakan.
jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga
Pada kesempatan ini, saya akan sedikit melenceng dari topik utama blog ini. Saya akan sedikit mengulas jurusan kuliah saya sekarang yaitu jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Barangkali ada sebagian orang yang membutuhkan informasinya.

Apa yang pertama kali kalian pikirkan tentang jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK)? ibu-ibu pkk, kader posyandu, KB, memasak atau menjahit, dan sebagainya.
Seringkali memang jurusan PKK di identikkan dengan program PKK yang ada di desa-desa. Padahal keduanya memiliki singkatan yang berbeda.  Satu memiliki singkatan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dan satunya lagi adalah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Pada dasarnya, kedua istilah tersebut memiliki orientasi yang sama yaitu untuk mencapai keluarga sejahtera. Namun, keduanya memiliki konteks yang berbeda dalam pelaksanaannya. PKK yang dikenal di masyarakat merupakan pembinaan/pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan keterampilan pekerjaan rumah tangga. Sedangkan, PKK yang ada di perguruan tinggi membahas hal yang lebih jauh daripada itu karena dalam pendidikan kesejahteraan keluarga mencakup muatan pendidikan yaitu pendidikan untuk mencapai keluarga sejahtera serta pendidikan terhadap bimbingan dan perawatan anak.

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga bukanlah jurusan yang populer, bahkan sangat jauh dengan jurusan favorit. Hal tersebut karena sebagian besar orang beranggapan jurusan PKK adalah hal yang sama dengan PKK yang seringkali mereka temukan di desa-desa.

Padahal pendidikan kesejahteraan keluarga memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Pernahkah kita berpikir darimana orang sukses berasal? Tentu mereka berasal dari sebuah keluarga. Lalu bagaimana keluarga tersebut mendidik anak-anaknya hingga mencapai kesuksesan? inilah yang di pelajari oleh pendidikan kesejahteraan keluarga. 

Pendidikan kesejahteraan keluarga berupaya untuk melahirkan generasi-generasi yang sukses. Memang tidak menjamin untuk sukses secara materi, tetapi minimalnya PKK berupaya menanamkan sifat-sifat dan karakter orang sukses.

Baca juga: Perkembangan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga di Indonesia

Secara umum,ruang lingkup Pendidikan Kesejahteraan Keluarga meliputi 10 segi kehidupan keluarga. Namun, hal itu bisa disederhanakan lagi menjadi dua hal.
Pertama, pendidikan keluarga bermakna sebagai proses mendidik anak-anak yang lahir dalam keluarga.
Kedua, mengandung makna tentang cara menyelenggarakan kehidupan keluarga untuk mencapai keluarga sejahtera.

Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang telah membuka jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Misalnya, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Padang (UNP), dan sebagainya.

Namun, yang akan saya bahas pada kesempatan kali ini adalah Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang ada di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Karena saya merupakan salah satu mahasiswa jurusan tersebut.

Saya akan menjelaskan secara struktural terlebih dahulu. Di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga berada dibawah Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK). Kenapa masuk fakultas teknik? karena jurusan PKK  merupakan program keahlian terapan dalam bidang vokasional atau pendidikan kejuruan. 

Sesuai dengan julukan UPI  yaitu "pabrik guru", maka kompetensi utama mahasiswanya dididik untuk menjadi seorang guru. Meskipun ada sebagian jurusan yang non-kependidikan (tidak dididik menjadi guru). Jurusan PKK dididik untuk menjadi guru di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Guru mata pelajaran apa? Nanti akan saya jelaskan dibawah.

Dibawah Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK), terdapat Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Nah, departemen ini dibagi menjadi 3 program studi yaitu:
  1. Program Studi Pendidikan Tata Busana, yang berkaitan dengan dunia busana atau desain busana.
  2. Program Studi Pendidikan Tata Boga, yang berkaitan dengan dunia makanan dan masak memasak (chef)
  3. Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (ini yang akan saya jelaskan lebih dalam lagi)

Visi Misi Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Visi

"Menjadi program studi pelopor dan unggul menghasilkan sarjana pendidikan yang memiliki kemampuan layanan pendidikan dalam disiplin ilmu Pendidikan Kesejahteraan Keluarga di Indonesia pada tahun 2020 dan di Asia pada tahun 2025"

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dalam lingkup Pendidikan Kesejahteraan Keluarga untuk menyiapkan tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing global.
  2. Melakukan penelitian untuk mengembangkan teori-teori pendidikan dan keilmuan di bidang kesejahteraan keluarga yang inovatif serta penerapannya dalam pendidikan formal, nonformal, dan informal.
  3. Menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat secara profesional untuk memecahkan masalah dalam lingkup Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.
  4. Berperan aktif sebagai pusat informasi dan diseminasi dalam lingkup Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.
  5. Menyelenggarakan internasionalisasi pendidikan melalui pengembangan dan pengokohan jejaring dan kemitraan pada tingkat nasional, regional, dan internasional.
  6. Melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan seperti: SMP dan SMK Bidang Keahlian: Pekerjaan sosial, Desain dan Produksi Kriya, Akomodasi Perhotelan, serta Lemabaga non kependidikan seperti: lembaga sosial, industri kreatif/craftmanship, dan hotel.

    Fasilitas Belajar

    1. Ruang Multimedia. merupakan sarana belajar mahasiswa program studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga baik yang menekuni bidang keilmuan dan keahlian Pelayanan Sosial, Tata Graha, Craftmanship, maupun Pendidikan Kehidupan Keluarga.
    2. Laboratorium Pelayanan Anak dan Lansia. Dilengkapi dengan fasilitas praktik mahasiswa dalam memberikan pelayanan sosial dan making bed. Pelayanan sosial lebih difokuskan pada pelayanan anak yang berfungsi sebagai daycare bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan pelayanan dan bimbingan perawatan anak.
    3. Laboratorium Tata Laksana Rumah Tangga. Dilengkapi dengan fasilitas tata hidang, yang dapat difungsikan untuk memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa dalam praktik pengolahan makanan dan tata hidang serta pengelolaan lenan dan peralatan graha.
    4. Laboratorium Produksi. Dilengkapi dengan fasilitas mesin tenun, mesin jahit, mesin serba guna peralatan bordir dan membatik. Laboratorium ini difungsikan untuk menggali dan mengembangkan kreativitas mahasiswa sesuai dengan perkembangan industri kreatif dan tuntutan standar dunia kerja di bidang kriya.  

    Profil Lulusan

    Secara umum profil lulusan Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yaitu sebagai berikut.
    1. Pendidik pada jalur pendidikan formal (Guru SMK Bidang Keahlian: Akomodasi Perhotelan, Pekerjaan Sosial, Desain dan Produksi Kriya atau Guru SMP)
    2. Pendidik pada jalur pendidikan nonformal (Pendidik pada Lembaga Pelatihan Pengasuhan Anak (Day Care), Lembaga Pelayanan Pendamping Lansia (Care Giver), Lembaga Pelatihan Desain dan Produksi Kriya. 
    3. Konsultan keluarga, penyuluh PKK, Pendamping Keluarga, Penyuluh Asisten Pekerja Sosial, Kepala rumah tangga di Instansi pemerintah dan swasta.
    4. Peneliti di bidang ilmu kesejahteraan keluarga.
    5. Wirausaha di bidang desain dan produksi Alat Permainan Edukatif (APE), wirausaha di bidang Desain dan Produksi Craftmanship, wirausaha di bidang kerumahtanggaan dan Housekeeping.

    Baca juga: 6 Hal Suka Duka Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

    Paket Keahlian

    Data diatas saya ambil dari laman resmi prodi PKK yaitu prodipkk.upi.edu. Dari data tersebut sudah di ulas sedikit mengenai program paket keahlian. Ya, dalam prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga memang terdapat beberapa paket keahlian/konsentrasi yang lebih spesifik lagi yang dapat diambil oleh mahasiswanya. Berikut ini akan saya jelaskan beberapa paket keahlian tersebut. 

    Pelayanan Sosial/Pekerja Sosial 

    Konsentrasi pelayanan sosial berkaitan upaya peningkatan kesejahteraan sosial di masyarakat. Pada dasarnya mahasiswa diarahkan menjadi guru SMK bidang keahlian pekerja sosial. Namun, kompetensi pekerja sosial juga tetap diberikan kepada setiap mahasiswa. Apa yang dipelajari dalam pekerja sosial? Ruang lingkup pekerjaannya seperti apa? Pekerja sosial bergerak pada bidang pelayanan sosial di lembaga-lembaga sosial seperti panti asuhan, daycare, lembaga rehabilitasi narkoba/anak jalanan, menjadi pendamping lansia (caregiver), dan sebagainya.

    Tata Graha

    Konsentrasi tata graha berkaitan dengan dunia perhotelan. Mahasiswa diarahkan menjadi guru SMK Akomodasi Perhotelan. Kompetensi tata graha yang lebih spesifiknya dalam bidang housekeeping (salah satu departemen yang ada di hotel). Housekeeping dibagi menjadi beberapa divisi yaitu room section, laundry section, public area, gardening/florist section, linen/uniform section.

    Craftmanship

    Konsentrasi ini berkaitan dengan dunia kerajinan. Mahasiswa diarahkan menjadi guru SMK Desain Produksi dan Kerajinan/Kriya atau guru SMP mata pelajaran prakarya. Jenis-jenis kerajinan yang dipelajari adalah kerajinan membatik, menganyam, grafika, tenun, rajut, embroidery, dan sebagainya. 

    Pendidikan Kehidupan Keluarga

    Konsentrasi ini lebih spesifik lagi dalam bidang kehidupan keluarga. Pemilihan paket keahlian pendidikan kehidupan keluarga jarang ditawarkan kepada mahasiswa karena peminatnya yang relatif sedikit. Adapun yang dipelajari dalam konsentrasi ini yaitu bimbingan perkawinan, perawatan dan kesehatan keluarga, sosial ekonomi keluarga, bimbingan dan konsultasi keluarga.

    Gambaran Perkuliahan

    Saya akan sedikit memberikan gambaran tentang perkuliahan di Program studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Pendidikan Indonesia.

    Pada awal-awal semester, materi yang diterima hanya berupa materi-materi dasar saja. Materi dasar tersebut akan terus berkesinambungan dengan materi di semester-semester berikutnya. Saya mengelompokkan materi perkuliahan menjadi tiga kelompok yaitu 1) mata kuliah umum seperti pendidikan agama, bahasa indonesia, matematika, bahasa inggris, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan 2) mata kuliah dasar kependidikan yang berkaitan dengan profesi keguruan seperti psikolodi pendidikan, bimbingan konseling, landasan pendidikan, media pembelajaran, dan lain-lain 3) mata kuliah keahlian/profesi yaitu mata kuliah yang khusus bagi mahasiswa program studi pendidikan kesejahteraan keluarga misalnya dasar busana, dasar boga, dasar seni dan desain, pengetahuan tekstil, seni kerajinan, housekeeping, bimbingan perawatn anak, dan sebagainya.

    Setelah memasuki semester keempat, mahasiswa diarahkan untuk memilih paket keahlian/konsentrasi yang telah saya jelaskan diatas. Selanjutnya mahasiswa akan melaksanakan praktik industri pada semester keenam sesuai dengan paket keahlian masing-masing.

    Selama semester 7, mahasiswa sudah memasuki Program Pengalaman Lapangan (PPL) yaitu mengajar di sekolah-sekolah selama satu semester sesuai dengan paket keahlian masing-masing. Setelah itu, mahasiswa tinggal melakukan penelitian, penyusunan skripsi, dan wisuda.

    Itulah gambaran singkat mengenai perkuliahan di program studi pendidikan kesejahteraan keluarga. Singkat memang, karena hanya berupa gambaran saja padahal pada prosesnya lumayan panjang dan berat jika tidak dijalani dengan ikhlas.

    Sekian yang dapat saya jelaskan mengenai Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Semoga bermanfaat bagi kalian yang akan memasuki jurusan tersebut, khususnya bagi kalian yang akan masuk jurusan PKK di Universitas Pendidikan Indonesia. 
    Jika ada pertanyaan silahkan tuliskan di kolom komentar. Terima Kasih.

    Video Profil Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga UNS

    2 Responses to "Review Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga"

    1. Kak mau tanya untuk tes mau masuk kuliah itu materinya seputar apa aja ya?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Halo kak, biasanya materi mengenai Tes Potensi Akademik dan kemampuan dasar dalam bidang Sains dan Teknologi (saintek/IPA) serta Sosial Humaniora (Soshum/IPS).

        Delete

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel