Bentuk-bentuk Perubahan Sosial - Dzikri Khasnudin
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

Secara etimologi, perubahan sosial berarti perubahan pada berbagai lembaga kemasyarakatan, yang mempengaruhi sistem sosial masyarakat, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap, pola, perilaku diantara kelompok dalam masyarakat.

Perubahan sosial adalah perubahan sistem, dan struktur sosial, kultur sosial serta fungsi masyarakat yang terikat dengan tempat peristiwa sosial terjadi dan kurun waktu yang menyangkut masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. 

Perubahan sosial selalu terjadi dalam kehidupan masyarakat guna memenuhi kebutuhan hidup masyarakat itu sendiri. Menghadapi perubahan sosial perlu antisipasi yang kuat dari setiap individu dalam masyarakat sehingga tidak terhanyut pada perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial yang ada. Individu yang mengembangkan nilai mandiri akan memahami secara arif terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

bentuk-bentuk perubahan sosial

Ada banyak bentuk perubahan sosial yang diklasifikasikan berdasarkan waktu, pengaruh, sudut pandang masyarakat dan berdasarkan arah perkembangannya. Berikut ini penjelasan mengenai bentuk-bentuk perubahan sosial.

Perubahan Sosial Berdasarkan Waktu

a. Perubahan yang cepat (Revolusi) 

Perubahan sosial secara revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. 

Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. 

Secara sosiologi suatu revolusi dapat terjadi jika memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain:

  1. Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut. 
  2. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut. 
  3. Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat. 
  4. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideology tersebut. 
  5. Harus ada momentum untuk revolusi, yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru, maka revolusi dapat gagal.

b. Perubahan yang lambat (Evolusi) 

Perubahan yang lambat (evolusi) merupakan perubahan yang memerlukan waktu yang lama, karena terjadi dengan sendirinya tanpa direncanakan dimana terdapat suatu rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. 

Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. 

Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu. Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.

Baca juga: Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

Perubahan Sosial Berdasarkan Pengaruhnya

a. Perubahan yang kecil 

Perubahan yang kecil pada dasarnya merupakan perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung yang berarti bagi masyarakat. Contoh, perubahan mode pakaian dan mode rambut . 

Perubahan-perubahan tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan. 

b. Perubahan yang besar

Perubahan yang besar merupakan perubahan yang membawa pengaruh yang cukup besar bagi masyarakat. Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat. 

Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja system mata pencaharian dan stratifikasi masyarakat. 

Perubahan Sosial Berdasarkan Sudut Pandang Masyarakat

a. Perubahan yang dikehendaki (direncanakan) 

Perubahan yang direncanakan merupakan perubahan yang dikehendaki oleh pihak-pihak yang berkepentingan melakukan perubahan. Pihak tersebut dinamakan agent of change yang merupakan seorang atau kelompok masyarakat yang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin pada satu atau lebih lembaga kemasyarakatan. 

Contohnya pembangunan di bidang pendidikan, kementerian pendidikan dan kebudayaan telah membuat rencana strategis untuk kurun waktu tertentu program pendidikan. Seiring penerapan rencana strategis tersebut, maka dilingkungan pendidikan telah terjadi perubahan sosial yang direncanakan. 

Contoh lain pembangunan fisik, gedung bertingkat yang dibangun secara bagus, direncanakan untuk memenuhi keperluan perkantoran, rumah sakit, pendidikan, supermarket, serta fungsi lainya.

Pembangunan gedung dengan berbagai fungsi sesuai perencanaan yang ditetapkan merupakan contoh perubahan sosial yang direncanakan. Misalkan seperti gambar di atas perencanaan pembangunan apartemen untuk kepentingan hunian penduduk ditengah kota, akan mengakibatkan perubahan perilaku dan sistem sosial masyarakat setempat. 

Kecenderungan yang terjadi, penghuni apartemen akan lebih individualis karena satu sama lain tidak atau jarang yang mengenal dan tidak harus berkenalanan.

b. Perubahan yang tidak dikehendaki (tidak direncanakan)

Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan sosial yang tidak direncanakan, berlangsung di luar jangkauan atau pengawasan masyarakat serta dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak dikehendaki. 

Contoh perubahan yang tidak dikehendaki pada masyarakat korban gunung meletus, atau bencana alam gempa dan tsunami.

Perubahan Sosial Berdasarkan Arah Perkembangannya

a. Perubahan Sosial Progress

Perubahan sosial progress adalah suatu perubahan sosial yang menuju ke arah kemajuan, sehingga memberikan keuntungan bagi kehidupan masyarakat. Contohnya yaitu meningkatnya pembangunan listrik hingga ke pelosok desa, semakin canggih dan berkembangnya teknologi, dan lain-lain.

b. Perubahan Sosial Regress

Perubahan sosial regress merupakan suatu perubahan sosial yang menuju ke arah kemunduran, sehingga dapat merugikan kehidupan masyarakat. Contohnya yaitu adanya terorisme atau pengeboman massal yang menimbulkan kematian/korban jiwa dan rusaknya sarana infrastruktur masyarakat, penyalahgunaan obat-obat terlarang atau narkotika, dan lain-lain.

Baca juga: Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial

Posting Komentar untuk "Bentuk-bentuk Perubahan Sosial"