Ini Dia Karakteristik Perkembangan Bayi Baru Lahir - Dzikri Khasnudin

Ini Dia Karakteristik Perkembangan Bayi Baru Lahir

Bayi adalah makhluk yang hadir ke dunia dengan sebuah mekanisme bawaan untuk menyenangkan orang lain, dan hanya meminta balasan berupa kondisi lingkungan yang memungkinkan bertumbuhkembangnya "benih sifat pengasih" secara alami. 

Perkembangan menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih sempurna dan tidak dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali. Perkembangan juga diartikan sebagai proses yang kekal dan tetap yang menuju kearah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan pertumbuhan, pematangan,dan belajar.

Masyarakat pada umumnya harus mengetahui seberapa pentingnya perawatan anak.  Maka dari itu, kesadaran bahwa pentingnya perawatan anak harus dimulai dari diri kita sendiri yaitu dengan cara mempelajari dan memahami apa itu bayi serta bagaimana karakteristik perkembangannya.
karakteristik perkembangan bayi
Pict By Vectorstok.com

Pengertian Bayi

Bayi merupakan individu yang berusia 0-12 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat disertai dengan perubahan dalam kebutuhan zat gizi (Wong, 2003). Menurut Soetjiningsih (2004), bayi adalah usia 0 bulan hingga 1 tahun. Dengan pembagian sebagai berikut:
  1. Masa neonatal, yaitu usia 0 – 28 hari.
  2. Masa neonatal dini, yaitu usia 0 – 7 hari.
  3. Masa neonatal lanjut, yaitu usia 8 – 28 hari.
  4. Masa pasca neonatal, yaitu usia 29 hari – 1 tahun.

Karakteristik Kebutuhan Bayi

Masa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi yang baru lahir dua minggu. Meskipun masa bayi sering dianggap sebagai masa bayi baru lahir, tetapi label masa bayi akan digunakan untuk membedakannya dengan periode pascanatal yang ditandai dengan keadaan sangat  tidak berdaya.

Masa bayi dimulai sejak berakhirnya masa orok sampai akhir tahun kedua dari kehidupan. Masa bayi ini memiliki ciri-ciri perkembangan fisik, inteligensi, emosi, bahasa, bermain, pengertian, kepribadian, moral, dan kesadaran beragama.

Kebutuhan-kebutuhan Dasar Anak untuk Tumbuh Kembang yang optimal meliputi Asuh, Asih, dan Asah. :

1. Kebutuhan Fisik-Biologis (ASUH)

Kebutuhan fisik-biologis meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan seperti: nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuh & lingkungan, pakaian, pelayanan/pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, olahraga, bermain dan beristirahat.

Nutrisi harus dipenuhi sejak anak di dalam rahim. Ibu perlu memberikan nutrisi melalui konsumsi makanan yang bergizi dan menu seimbang. Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi yang paling lengkap dan seimbang bagi bayi terutama pada 6 bulan pertama (ASI Eksklusif).

Anak perlu diberikan imunisasi dasar lengkap agar terlindung dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Selain itu, kebersihan juga perlu diperhatikan meliputi kebersihan makanan, minuman, udara, pakaian, rumah, sekolah, tempat bermain dan transportasi.

Anak juga perlu bermain, melakukan aktivitas fisik dan tidur karena hal ini dapat merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan, merangsang metabolisme karbohidrat, lemak dan  protein, merangsang pertumbuhan otot dan tulang.

Dari segi pelayanan kesehatan, anak perlu dipantau dan diawasi kesehatannya secara teratur. Penimbangan anak minimal 8 kali dalam setahun dan dilakukan SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) anak minimal 2 kali dalam setahun. 

Tujuan pemantauan yang teratur yaitu untuk mendeteksi secara dini dan menanggulangi bila ada penyakit dan gangguan tumbuh-kembang, mencegah penyakit serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Kebutuhan Kasih sayang dan Emosi (ASIH)

Pada tahun-tahun pertama kehidupannya (bahkan sejak dalam kandungan), anak mutlak memerlukan ikatan yang erat, serasi dan selaras dengan ibunya untuk  menjamin tumbuh kembang fisik-mental dan psikososial anak dengan cara:
  • Menciptakan rasa aman dan nyaman agar anak merasa dilindungi,
  • Diperhatikan minat, keinginan, dan pendapatnya, diberi contoh (bukan dipaksa)
  • Dibantu, didorong/dimotivasi, dan dihargai di didik dengan penuh kegembiraan, melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih sayang (bukan ancaman/ hukuman).

3. Kebutuhan Stimulasi (ASAH)

Anak perlu distimulasi sejak dini untuk mengembangkan sedini mungkin kemampuan sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreativitas, kepemimpinan, moral dan spiritual anak. 

Milyaran sel otak dibentuk sejak anak di dalam kandungan usia 6 bulan. Orang tua perlu merangsang hubungan antar sel-sel otak bila ada rangsangan akan terbentuk hubungan-hubungan baru (sinaps).

Semakin sering di rangsang akan makin kuat hubungan antar sel-sel otak semakin banyak variasi maka hubungan antar sel-sel otak semakin kompleks/luas merangsang otak kiri dan kanan secara seimbang untuk mengembangkan kecerdasan majemuk yang lebih luas dan tinggi.

Stimulasi mental secara dini akan mengembangkan mental-psikososial anak seperti: kecerdasan, budi luhur, moral, agama dan etika, kepribadian, keterampilan berbahasa, kemandirian, kreativitas, produktifitas, dan lain-lain.


Orang tua perlu menganut pola asuh demokratis untuk mengembangkan kecerdasan emosional, kemandirian, kreativitas, kerjasama, kepemimpinan dan moral-spiritual anak. Selain distimulasi, anak juga perlu mendapatkan kegiatan SDIDTK lain yaitu deteksi dini (skrining) adanya kelainan/penyimpangan tumbuh kembang, intervensi dini dan rujukan dini bila diperlukan.

Karakteristik Tugas Perkembangan Bayi

Tugas-tugas perkembangan yaitu tugas-tugas yang harus dilakukan atau dikuasai oleh seseorang dalam masa-masa atau usia tertentu sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat dan kebudayaan tertentu agar dapat hidup bahagia dan mampu menyelesaikan tugas-tugas perkembangan berikutnya. 

Robert Havighurst melalui perspektif psikososial berpendapat bahwa periode yang beragam dalam kehidupan individu menuntut untuk menuntaskan tugas-tugas perkembangan yang khusus. 

Tugas-tugas ini berkaitan erat dengan perubahan kematangan, persekolahan, pekerjaan, pengalaman,agama, dan hal lainnya sebagai persyaratan untuk pemenuhan kebahagiaan hidupnya.

Perkembangan bayi dibagi menjadi dua masa, yaitu:

1. Masa Orok (masa penyesuaian sejak lahir sampai umur 2 minggu)

Masa orok atau masa infasi adalah masa perkembangan individu yang berlangsung sangat singkat dan merupakan masa yang sangat pendek dalam kehidupan manusia, setelah di lahirkan. 

Lamanya masa ini adalah sejak lahir sampai umur 2 minggu. Masa ini terbagi 2 periode, yaitu; (1) Masa fortunate yang  berlangsung sejak bayi lahir sampai 15-30 menit pertama sampai diguntingnya tali pusat. (2) Masa neonate, yang berlangsung sejak diguntingnya tali pusat sampai usia 2 minggu.

Masa Penyesuaian.

Penyesuaian-penyesuaian yang penting dialami oleh bayi yang baru lahir tersebut ada 4 macam, yaitu:
  • Penyesuaian dengan perubahan temperatur. Ketika masih di dalam kandungan bayi terbiasa dengan temperatur yang mantap sekitar 100%.
  • Penyesuaian dengan bernafas. Ketika masih dalam kandungna oxygen diperoleh dari placenta (tali pusat). (Akmal Hawi, 2008).
  • Penyesuaian kepada mengisap dan menelan sebagai cara untuk memperoleh makanan untuk menggantikan cara penerimaan makanan dari plasenta melalui tali pusat.
  • Penyesuaian kepada cara pembuangan melalui organ-organ eksresi, yang sebelumnya terjadi melalui tali pusat dan plasenta, seperti halnya pada masa prenatal.(Ely Manizar, 2009).
Bagi bayi yang baru lahir penyesuaian terhadap keempat hal tersebut adalah sulit. Karena daya penyesuaian terhadap keempat macam hal tadi tergantung pada :
  • Proses lahir, yaitu apakah melalui operasi, dengan pertolongan alat atau dengan jalan normal.
  • Lamanya proses lahir itu.
  • Keadaan ketika masih dalam kandungan, terutama menjelang bulan-bulan terakhir dari masa kandungan.
Bagi yang dilahirkan dengan mudah (normal) lebih cepat mengadakan penyesuaian dengan lingkungan daripada bayi yang sulit lahir (lahir dengan pertolongan/operasi).  Tapi tidaklah semua bayi yang baru dilahirkan dapat meneysuaikan diri dengan baik. Akibat dari kegagalan penyesuaian diri dapat menimbulkan kematian.

1) Perkembangan Fisik.

Dalam membicarakan perkembangan fisik pada masa orok inilah akan dibagi dalam beberapa perincian, yaitu :
a) Besar Tubuh
  • Makanan ibu, terutama bulan-bulan terakhir dari kehamilan.
  • Anak pertama lebih kecil dari anak selanjutnya.
  • Aktifitas janin berpengaruh pula pada ukuran bayi yang lahir.
  • Kepala  bayi sekitar seperempat dari panjang tubuhnya, sedangakan pada orang dewasa kepala itu kira-kira seperrtujuh dari panjang tubuhnya.
b) Sifat-sifat bayi
Otot mata belum terkendali, sehingga gerakan mata belum terarah dan belum terkoordinasi. Kelenjar air mata berlum bertugas sehingga tangis orok tanpa disertai air mata belum bertugas sehingga tangis orok tanpa disertai air mata. Lebar pendek sehingga tidak tampak. Kepala ditutupi rambut yang bagus.

c) Fungsi-fungsi Fisiologis
Denyut nadi waktu lahir adalah 130-150 per menit. Beberapa hari kemudian turun sampai rata-rata 117 kali. Denyut nadi orang dewasa rata-rata 70 per menit. Waktu bayi tidur, denyut nadinya 123.5 dan waktu menangis 218.2. 

Gerakan nafas pada minggu pertama adalah 35 per menit dan pada minggu kedua 38-40 per menit. Umur satu tahun 27,8. Umur 10-15 tahun 19,1 dan pada orang dewasa 18 permenit.

d) Gerakan Orok
Irwin membagi gerakan orok menjadi dua kelompok yaknigerakan umum dan gerakan khusus. 

Gerakan umum itu adalah gerakan seluruh badan bayi, sedangkan gerakan khusus hanya terbatas pada bagian-bagian tertentu saja. Gerakan khusus ini meliputi: reflek, yaitu respon khusus terhadap rangsangan-rangsangan luar maupun rangsangan dalam serta mencakupi bagian-bagian otot badan yang lebih luas daripada reflek.

e) Gerakan Umum
Bila suatu bagian tubuh terkena rangsangan, maka timbul respon pada bagian terangsang itu, lalu diikuti oleh bagian terangsang itu, lalu diikuti oleh bagian-bagian tubuh lainnya.

f) Gerak Khusus (reflek)
Umumnya orang mengatakan bahwa gerakan yang tidak disadari. Oleh karena bayi yang baru lahir dipandang belum mempunyai kesadaran, maka gerakannya itu dinamakan gerakan reflek.

g) Respon Umum
Hurlock mempergunakan istilah respon umum, karena respon ini menyebar bila dibandingkan dengan respon reflek. Jadi sebenarnya tidak ada perbedaan yang prinsipil. Ciri dari gerak ini adalah tidak menentu, tidak bertujuan dan tidak terkoordinasi. (Akmal Hawi, 2008)

h) Vokalisasi Anak Baru Lahir
Biasanya menangis dimulai pada waktu anak lahir atau segera setelah dilahirkan. Tangis pada waktu lahir merupakan kegiatan refleks semata sebagai masuknya udara dengan cepat melalui tali suara yang menyebabkan bergetar. 

Tangis dari anak keras suaranya dan ditandai dengan pernafasan yang teratur. Maksud dari tangis kelahiran adalah untuk menggelembungkan paru-paru, sehingga memungkinkan pernafasan dan menyediakan oksigen yang cukup bagi darah. Sigmund Freud, mengemukakan bahwa kelahiran itu merupakan trauma, dan penghayatan yang dramatis.(Abu Ahmadi & Munawar Sholeh, 2005).  

Kant berpendapat bahwa tangis bayi yang baru lahir itu adalah suara tangisan kemarahan pada kelahiran yang mengagetkan itu. Adler menganggap sebagai suatu tanda rasa rendah diri yang timbul mendadak karena ditempatkan ke dalam lingkungan yang sangat baru dan rumit.

Pendapat tersebut tidak lebih dari tafsiran. Oleh karena itu belum tentu benar. Kalau diperhatikan realitas kelahiran bayi itu, maka terdapat beberapa hal, yakni: (1) perubahan lingkungan; (2) berlangsung dengan tiba-tiba; dan (3) setelah melewati tempat keluar yang sempit. Jadi unsur yang riil yang menyebabkan bayi itu menangis, yaitu rasa sakit dan terperanjat. (Akmal Hawi, 2008).

2) Perkembangan Tangis

Kalau tangis disebabkan oleh rasa sakit, terkejut, tidak enak, maka tangis selanjutnya pun tetap berpangkal pada sebab-sebab yang sumbernya berbeda. Di samping itu irama tangisnya pun sudah mengalami perkembangan.

Hurlock mengemukakan empat macam tangis bayi yakni (1) tidak enak, iramanya monoton, (2) staccato yaitu keras dan terputus-putus; (3) rasa sakit iramanya tertahan, muka merah, mulut terbuka lebar, walaupun rasa marah itu sudah berkurang, tetapi sedu sedannya masih terus; dan (4) lapar, nada suaranya tinggi.

Ibu yang rajin memperhatikan tangis bayinya akan dapat membedakan tangis bayi itu. Tangis bersifat refleks dan merupakan respons terhadap rangsangan tertentu. Orok lebih banyak menangis disebabkan oleh lapar dan alasan-alasan lain yang tidak diketahui dari pada sebab-sebab lainnya.(Ely Manizar, 2009)

3) Pembentukan kepribadian

Dasar-dasar kepribadian sebagaimana halnya dengan sifat-sifat fisik lainnya berasal dari sifat-sifat kebakaan (pewarisan genetika) dan selanjutnya berkembang melalui lingkungan dan belajar. 

Bagaimanapun besarnya pengaruh lingkungan, namun sifat kebakaan akan memainkan peranan utama dalam perkembangan kepribadian. Sejak anak dilahirkan telah tampak petunjuk-petunjuk yang nyata mengenai kepribadiannya.

Selanjutnya, lingkungan, terutama ibu dan bagaimana sikap ibu dalam mengasuh, merupakan faktor penentu yang penting dalam perkembangan pola kepribadian si anak kelak. Demikian pula halnya jika ibu tidak dapat memberikan air susunya karena situasi yang tidak mengizinkan serta perlakuan gegabah dalam memberikan dot.

Ibu yang bijaksana akan bersikap hati-hati dalam memberikan botol susu pada bayinya dengan rasa kehangatan dan perhatian seolah-olah ibu sendiri yang sedang memberikan makan tersebut. Hal demikian akan membantu terwujudnya kepribadian yang diharapkan.

2. Masa Bayi (2 Minggu sampai 2 tahun)

Masa bayi dimulai sejak berakhirnya masa orok (2 minggu setelah kelahiran sampai akhir tahun kedua dari kehidupan). Jika pada masa orok, kehidupan bayi sangat tergantung pada bantuan orang dewasa, maka pada masa bayi ketergantungan itu sudah mulai berkurang.

Masa bayi adalah masa peletak dasar bagi kehidupan anak, dimana dasar-dasar kebanyakan pola tingkahlaku, sikap orang lain dan diri sendiri serta banyak pola pengungkapan emosional terbentuk. 

Masa ini disebut juga dengan masa “kritis” dalam perkembangan anak, karena perkembangan selanjutnya terbentuk berdasarkan pondasi pada masa ini.

a) Perkembangan Fisik

Dalam rentangan kehidupan terdapat dua masa dimana pertumbuhan fisik berjalan dengan pesat, yaitu pada masa prenatal dan masa post natal (terjadi pada masa bayi dan masa pubertas).(akmal Hawi, 2008,53)

Masa bayi merupakan  satu dari dua masa pertumbuhan yang satu lagi terjadi pada masa pubertas. Selama enam bulan pertama dari kehidupan, pertumbuhan berlangsung dengan kecepatan seperti pada masa pre-natal dan kemudian mulai mengendur. 

Pada tahun kedua pertumbuhan mulai menurun dengan tempo yang cepat. Dinyatakan dalam bentuk persentase, petumbuhan dalam berat badan selama tahun pertama ialah 200%, dan pada tahun kedua 25-30 %. Pertumbuhan dalam tinggi badan adalah 50 persen pada tahun pertama dan 20 % pada tahun kedua.

Ukuran baju bayi mencerminkan pola pertumbuhan yang universal dan dapat diramalkan. Pada usia bulan-bulan pertama berat badan berat badan bayi bertambah sekitar 5 hingga 6 ons per minggu, dan ketika usia 4 bulan berat badannya naik dua kali lipat. 

Pada tahun kedua kehidupan bayi rata-rata pertumbuhannya mengalami perlambatan, dimana usia 2 tahun beratnya mencapai sekitar 16 kg dengan tinggi 32 hingga 35 inci.
Pola pertumbuhan bayi adalah sama bagi pria dan wanita. Selama tahun pertama, pertambahan berat badan secara proposional adalah lebih besar dari pada pertumbuhan tinggi badan, pada tahun kedua sebaliknya yang terjadi.

Sebagai mana halnya dengan pertumbuhan dalam ukuran, masa bayi juga merupakan masa petumbuhan yang cepat bagi tulang-tulang. Pada usia 6 bulan bayi dapat duduk tanpa dukungan, dan pada usia 7 bulan dapat merangkak dan berdiri tanpa dukungan.

Pada usia 8 bulan bayi dapat menyangga tubuh hingga ke posisi berdiri, pada usia 10 bulan hingga 11 bulan dapat berjalan menggunakan kursi atau meja sebagai alat bantu, dan pada usia 12 hingga 13 bulan bayi pada umumnya dapat berjalan tanpa bantuan.
.
Dari 20 gigi seri, kira-kira 16 telah tumbuh sebelum masa bayi berakhir. Gigi pertama muncul kira-kira pada usia 6-8 bulan. Gigi seri tengah sebelah bawah muncul lebih dahulu baru gigi seri bagian atas. Pada umur satu tahun, rata-rata bayi mempunyai 4 sampai 6 buah gigi, dan pada umur dua tahun, 1 buah gigi. 

Waktu tumbuhnya gigi sangat bervariasi dan tergantung dari faktor-faktor kecenderungan kabakaan, kesehatan, gizi dan jenis kelamin. Urutan pertumbuhan gigi adalah lebih penting dari pada usia tumbuhnya gigi, oleh karena itu bila terjadi ketidakteraturan dalam urutan pertumbuhan gigi mungkin sekali akan menyebabkan posisi rahang tidak baik dan susunan gigi yang rusak. (Ely Manizar, 2009)

b) Perkembangan Otak

Pertumbuhan yang cepat dalam sistem syaraf merupakan karakteristik dari tiga sampai empat tahun pertama setelah kelahiran. Pertumbuhan terutama terdiri dari perkembangan sel-sel yang belum matang pada waktu kelahiran dan bukan merupakan pembentukan sel-sel baru. 

Diperkirakan bahwa seperempat dari berat otak orang dewasa dicapai pada usia Sembilan bulan, dan tiga perempat pada akhir tahun kedua. Pada saat lahir berat otak bayi seperdelapan dari berat total atau sekitar 25 % dari berat otak orang dewasa, maka pada ulang tahun kedua otak bayi sudah mencapai kira-kira 75 % dari otak dewasanya.

c) Perkembangan Penginderaan

Organ keinderaan berkembangan dengan cepat selama masa bayi dan sanggup berfungsi dengan memuaskan sejak bulan-bulan pertama dari kehidupan. Dengan berkembangnya koordinasi otot-otot mata pada bulan ketiga, maka bayi sanggup melihat dengan jelas. Menurut Agoes Dariyo, indera yang bergfungsi aktif pada bayi yaitu : (1) sentuhan, (2) penciuman, (3) Pengecapan, (4) Sentuhan.

d) Fungsi-fungsi Fisiologis

Masa bayi merupakan masa pembentukan dasar pola fisiologis mengenai makan, tidur dan buang air. Walaupun pada akhir masa bayi pembentukan kebiasaan itu belum sempurna, tetapi dasar-dasar yang baik sudah terbentuk, karena semakin lama akan semakin sulit mengembangkan kebiasaan-kebiasaan fisik yang baik.

e) Penguasaan Otot-otot

Penguasaan otot pada bayi yaitu dapatnya berdiri sendiri, anak harus mampu mengendalikan otot-ototnya. Hal ini sangat penting artinya bila ia hendak melakukan apa yang ingin dilakukannya. Salah satu bidang perkembangan yang utama ialah penguasaanotot-ototnya.

f) Perkembangan Bahasa

Ada tiga bentuk Pra Bahasa normal yang muncul dalam pola perkembangan bahasa yaitu menangis, mengoceh dan isyarat. Menangis adalah bentuk pra-bahasa paling banyak dipakai selama bulan-bulan pertama dari yang paling banyak dipakai selama bulan-bulan pertama dari kehidupan, walaupun dari sudut pandang jangka panjang Mengoceh adalah lebih penting karena merupakan dasar bagi perkembangan bahasa yang sebenarnya. 

Isyarat dipakai bayi sebagai pengganti bahasa, sedangkan pada anak-anak lebih tua atau orang dewasa isyarat dipakai sebagai pelengkap bahasa. Pada masa bayi ini pun terjadi permulaan dari perkembangan bicara melalui empat tahap yaitu antara lain:

  • Pra pengoceh (berupa tangisan dan bunyi bahasa tertentu).
  • Mengoceh (6-12 bulan).
  • Kalimat satu kata (12-15 bulan).
  • Kalimat dua kata (terjadi bila anak telah memiliki perbedaan kata sebanyak 50 kata). (akmal Hawi, 2008).

g) Perkembangan Emosi

Emosi bayi berkembang dari bentuknya yang sangat sederhana, muncul pada waktu lahir dalam bentuk-bentuk yang tidak terarah, dapat ditimbulkan oleh berbagai macam perangsang atau stimuli yang luas.

h) Perkembangan Sosial

Pengalaman-pengalaman sosial mula-mula dialami anak dalam lingkungan keluarga, memainkan peranan penting dalam penentuan sikap dan prilakunya terhadap hubungan-hubungan  sosial. Oleh karena kehidupan bayi terpusat di lingkungan rumah, maka dasar-dasar bagi sikap dan prilaku sosialnya dikemudian hari “disemai” di rumah.

i) Perkembangan Bermain

Bermain atau setiap kegiatan yang menimbulkan kesenangan dimulai dalam bentuk yang sederhana pada masa bayi. Bermain pada masa ini terutama terdiri dari gerakan-gerakan yang tidak menentu dan perangsangan organ-organ keinderaan.

Pada tahun kedua, permainannya lebih teratur dan boneka dipakai untuk berbagai macam kegiatan permainan. Ciri khas pada usia ini ialah permainannya banyak melibatkan kegiatan-kegiatan berjalan, melempar dan memungut kembali benda-benda, ataupun memasukkan dan mengeluarkan benda-benda dari tempatnya. Oleh karena koordinasi otot-ototnya belum baik, maka bayi sering bersifat merusak dalam bermain dengan benda-benda permainannya.

j) Perkembangan Pengertian

Bayi memulai hidupnya dengan tidak mempunyai pengertian tentang apa saja yang diamati dalam lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya ia harus memperoleh pengertian tentang sesuatu yang diamatinya melalui kematangan dan belajar. 

Pengertian yang diperoleh sebagian akan tergantung dari tingkat kecerdasan dan sebagian lagi tergantung pada pengalaman  masa lalunya. Kenangan masa lalunya akan merupakan dasar penafsiran pengalaman-pengalaman barunya.

Dari tingkah laku bayi, terlihat bahwa, sejak awal usianya konsep-konsep berkembang dengan cepat. Umpanya pengenalan bayi terhadap orang-orang dan benda-benda yang tidak  asing baginya dalam lingkungan di mana ia berada, diperlihatkan melalui respon yang menyenangkan sama halnya dengan pengenalan terhadap orang-orang dan benda-benda yang asing baginya selalu disertai dengan rasa takut.(Akmal Hawi, 2008).

k) Sikap moral dan tingka laku

Bayi tidak mempunyai kata hati dan skala nilai. Oleh karenanya ia tidak dapat dikatakan bermoral ataupun tidak bermoral, tetapi ia adalah non-moral dalam arti bahwa tingkah lakunya tidak berpedomankan pada ukuran-ukuran nilai. Pada waktu ia akan belajar dari orang tuanya, dari teman-temannya, dari guru-gurunya mengenai nilai-nilai moral dari masyarakat dan keperluannya untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma tersebut.

l) Hubungan Keluarga

Sikap-sikap dan tingkah laku individu sepanjang kehidupan sangat dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman yang pertama-tama. Oleh karena lingkungan pertama terbatas pada lingkungan keluarga, maka hubungan keluarga memegang peranan yang sangat menentukan menjadi manusia apa ia kelak.

Bayi membutuhkan pemeliharaan yang terus menerus dari satu orang tertentu selama sembilan bulan pertama dari kehidupannya untuk memberinya jaminan rasa aman. Memberikan perhatian terhadap bayi merupakan tugas dan kewajiban orang tua, mereka harus siap merawat bayi seperti (1) mengganti popok pakaian setiap saat, (2) memberi air susu ibu, (3) memandikan bayi, (4) memeriksakan kesehatan ke dokter, puskesmas, rumah sakit, (5) menemani bermain bersama dan sebagainya.

m) Kepribadian

Kepribadian tidaklah terdiri dari sejumlah, sifat-sifat akan tetapi merupakan perpaduan dan organisasi dari sifat-sifat kedalam suatu pola. Inti atau titik berat dari pola ini sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan yang telah terbentuk sejak awal kehidupan dan mengalami perubahan dan penghalusan bila anak bertambah usianya dan bertambah luas pengalaman hidupnya.

Ada 3 faktor yang terdapat didalam perkembangan kepribadian individu, yakni (1) kebakaan (genetika), (2) pengalaman-pengalaman permulaan di dalam keluarga, dan (3) peristiwa-peristiwa kemudian hari.

Masa bayi merupakan “masa kritis” dalam perkembangan kepribadian oleh karena pada masa inilah diletakkan landasan-landasan, dan berdasarkan landasan-landasan ini pulalah akan dibangun struktur kepribadian dewasa.

0 Response to "Ini Dia Karakteristik Perkembangan Bayi Baru Lahir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel