Bimbingan Perawatan Anak - Dzikri Khasnudin

Bimbingan Perawatan Anak

Makna Bimbingan Perawatan Anak

Berbicara tentang anak artinya kita berbicara tentang masa depan. Masa depan individu anak, masa depan keluarga, masyarakat, bahkan masa depan bangsa dan negara. 

Mengapa demikian? Karena anak merupakan kunci kemajuan bagi generasi yang akan datang. Mau dibawa kemana masa depan bangsa tergantung bagaimana cara orangtua saat ini dalam mendidik anak-anaknya. Upaya pendidikan anak dalam keluarga seringkali kita sebut dengan bimbingan perawatan anak.
bimbingan perawatan anak
Makna bimbingan dan perawatan anak adalah tindakan dan perbuatan menumbuhkembangkan anak sebagai upaya dalam “satu nafas” bimbingan perawatan. 

Artinya, bimbingan dan perawatan merupakan dua kegiatan yang selalu bersinergi serta tidak dapat dipisah-pisahkan. Secara konsep, perawatan pada dasarnya cenderung menopang pada pertumbuhan fisik. Sedangkan bimbingan cenderung mengarah pada internalisasi nilai-nilai kehidupan.

Potensi Kemanusiaan

 Setiap manusia memiliki potensi kemanusiaan yang sama. Potensi kemanusiaan tersebut dikembangan melalui interikasi dengan lingkungannya. Dan interaksi yang pertama kali dilakukan oleh manusia terutama pada masa bayi adalah lingkungan keluarga. Maka dari itu, orangtua harus mengetahui apa saja potensi kemanusiaan tersebut.
Secara umum, terdapat empat potensi kemanusiaan yaitu:
  1. Potensi fisik berkaitan dengan kompetensi fisik atau kemampuan jasmani.
  2. Potensi sosial berkaitan dengan kompetensi sosial atau kemampuan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya terutama dalam lingkungan keluarga.
  3. Potensi mental/kecerdasan, terdiri dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan moral.
  4. Potensi spiritual berikaitan dengan kompetensi mental atau kemampuan rohaniah.
Keempat potensi tersebut terjadi pada setiap masa perkembangan manusia, mulai dari masa kanak-kana, remaja, dewasa maupun lansia. Hanya saja potensi yang akan dicapai berbeda-beda disesuaikan dengan tingkat perkembangannya.

Baca juga: Cara Berkomunikasi Dengan Anak Tentang Gadget

Anak

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang bimbingan perawatan anak, kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian anak dan sampai batas mana seseorang dikatakan pada masa anak-anak. 

Setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang definisi anak. Tetapi, yang jelas anak merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa terlahir secara fitrah/suci serta mempunyai hak pendidikan  melalui bantuan tumbuh kembang secara sehat, gembira, bahagia dan sejahtera.
Anak merupakan asset yang sangat berharga. Asset untuk mempertahankan dan mengajarkan ajaran agama, asset di dalam berbangsa dan bernegara, serta asset dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya dalam konteks budaya sosial ekonomi, adat istiadat maupun tata kehidupan keluarga dan masyarakat. 
Menurut Undang-undang No. 4 Tahun 1979, anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum pernah kawin. Artinya, pengertian anak masih sangat luas sehingga dapat diklasifikasikan lagi menjadi beberapa masa yaitu:
  1. Masa lahir-bayi (0-2 tahun)
  2. Masa anak prasekolah (2-6 tahun)
  3. Masa anak sekolah (6-12 tahun)
  4. Masa remaja (12-17 tahun)
  5. Masa remaja akhir (17-20 tahun)
Anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang melalui perlindungan fisik, sosial, mental dan spiritual. Hal tersebut dilakukan dalam upaya bimbingan perawatan anak untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tumbuh, Kembang, dan Kematangan

Manusia dalam hidupnya belajar sejak lahir sampai masa tua. Manusia berkembang dari tiap periode perkembangan ke periode yang lain. Dalam perkembangannya, mereka mengalami perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh tugas-tugas perkembangan yang muncul pada setiap periode. 

Manusia dituntut untuk mencapai tugas-tugas yang berbeda pada setiap periode perkembangannya. Oleh karena itu, dalam mempelajari proses perkembangan manusia dengan tugas-tugas perkembangannya, kita harus memahami beberapa istilah berikut.

Apa itu belajar?”

“Apa itu kematangan?”

“Apa itu pertumbuhan dan perkembangan?”

Belajar adalah perubahan tingkah laku yang diperoleh dengan latihan atas dasar kematangan yang diperoleh dari orang yang sedang belajar itu.

Kematangan adalah kelengkapan dari pertumbuhan dan perkembangan fungsi-fungsi badan dan mental sehingga seseorang dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Pertumbuhan adalah perubahan yang sifatnya alami, lebih menunjuk pada perkembangan potensi fisik yang bersifat sistematis dan progresif.

Perkembangan adalah hasil kematangan dan belajar. Perkembangan lebih menunjuk pada perubahan dan perkembangan fungsi terutama yang berhubungan dengan kemampuan mental.

Baca juga: Cara Menghadapi Anak Pada Masa Pubertas

Tugas-tugas Perkembangan (Developmental Tasks)

Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh setiap individu pada setiap periode perkembangannya dalam upaya mencapai kebahagiaan. Seseorang yang tidak dapat menyelesaikan tugas perkembangannya dengan baik, maka akan sukar untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya.

Dasar-dasar tugas perkembangan

  1. Dasar Biologis (Fisik), berkaitan dengan koordinasi Motorik seperti kemampuan  berjalan dan pemanfaatan panca indera.
  2. Dasar Psikologis, berkaitan dengan keingintahuan, kemampuan/kecerdasan berpikir,  kecerdasan emosional dan moral,  keterbedaan pribadi:  the self,  minat, sikap, kecenderungan-kecenderungan temperamental dan karakter.
  3. Dasar Kebudayaan, berkaitan dengan kekuatan norma hidup, cita-cita dan harapan hidup, nilai adat istiadat dalam hidup sebagai perempuan atau laki-laki.
  4. Dasar Agama berkaitan dengan kecerdasan spiritual, kemampuan beriman, bertaqwa, dan beramal sesuai ajaran agama.

Tugas Perkembangan Masa Kanak-kanak (infancy-Early Childhood: 0 – 6 tahun)

  1. Belajar berjalan
  2. Belajar mengambil makanan-makanan yang keras/padat
  3. Belajar berbicara
  4. Belajar  mengatasi pengeluaran barang-barang yang tidak berguna dalam badan, sehingga caranya dapat diterima secara sosial (budaya)  à Toilet Training
  5. Belajar membedakan jenis kelamin serta  dapat melakukan “kerja kooperatif” dengan jenis kelamin lain
  6. Belajar mencapai stabilitas fisiologis
  7. Belajar pembentukan konsep-konsep yang sederhana mengenai kenyataan (fakta) fisik dan sosial.
  8. Belajar menghubungkan diri sendiri secara emosional dengan orangtua, sanak saudara dan orang lain
  9. Belajar membedakan baik dan buruk serta belajar mengembangkan kata hati

Tugas-tugas Perkembangan Masa Anak Sekolah (6 – 12 Tahun)

  1. Belajar memperoleh keterampilan jasmani/fisik
  2. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis
  3. Belajar dengan teman sebaya/age mates atau peer group
  4. Belajar memainkan peran sebagai pria atau wanita
  5. Belajar mengembangkan keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung
  6. Belajar mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan untuk hidup sehari-hari.
  7. Belajar mengembangkan kata hati, moralitas dan skala nilai-nilai (scale of value)
  8. Belajar berdiri sendiri secara pribadi
  9. Belajar mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga sosial

Tugas-tugas Perkembangan Masa Remaja

  1. Menerima kenyataan fisiknya serta menggunakan seefektif-efektifnya
  2. Mencapai hubungan sosial yang lebih mantap dengan teman sebaya laki-laki  atau perempuan
  3. Mencapai peran sosial sebagai pria dan wanita
  4. Mencapai kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
  5. Mencapai adanya jaminan dan kebesaran ekonomi
  6. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan atau pekerjaan
  7. Mempersiapkan diri untuk kehidupan perekonomian dan berkeluarga
  8. Mempersiapkan keterampilan intelektual dan konsep yang diperlukan dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat dan warga negara
  9. Adanya keinginan dan kemauan untuk mencapai tanggung jawab sosial
  10. Memperoleh suatu sistem kesatuan norma hidup yang dijadikan pedoman dalam tindakan-tindakannya dan pandangan hidup.
Sumber:
Melly S.S. Rifai. 1993. Tugas-tugas Perkembangan Dalam Rangka Bimbingan Perawatan Anak. PT Rineka Cipta: Jakarta.

Artikel menarik lainnya:
1. Cara Anak Belajar dan Berkembang
2. Peranan Orangtua Dalam Membina Akhlak Anak
3. Karakteristik Anak Usia Dini

0 Response to "Bimbingan Perawatan Anak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel