Keamanan Lahir Batin Dalam Keluarga Sejahtera - Dzikri Khasnudin

Keamanan Lahir Batin Dalam Keluarga Sejahtera

Keamanan lahir batin merupakan salah satu segi yang ada dalam 10 Segi Kehidupan Keluarga yaitu segi kesembilan. Membahas masalah keamanan lahir batin sebenarnya kita memahami kebutuhan keluarga dan berbagai tugas perkembangan  keluarga. 

Dengan kata lain, memahami dan melaksanakan keamanan lahir batin harus ditunjang oleh kemampuan melaksanakan segi-segi kehidupan keluarga yang lain. Tanpa pemahaman itu semuanya akan sia-sia. Jika kalian belum membaca mengenai segi-segi kehidupan keluarga silahkan baca dulu 10 Segi Kehidupan Keluarga

Masalah keamanan lahir batin lebih banyak menyangkut masalah kehidupan psikologis dan spiritual. Kehidupan yang diwarnai suasana adanya keamanan lahir batin harus ditunjang oleh kenyataan kehidupan material dan kesediaan serta kehendak untuk menciptakan suasana itu. 

Misalnya keluarga akan merasa aman lahir batin jika kebutuhan makanan dan pakaiannya terpenuhi. Tanpa makanan dan pakaian akan sulit bagi sebuah keluarga untuk memenuhi keamanan lahir batin. Hal inilah yang menandakan bahwa keamanan lahir batin harus ditunjang oleh segi-segi yang lainnya.
keamanan lahir batin dalam keluarga sejahtera
Dalam pembahasan kali ini, saya akan membagi beberapa sub pokok pembahasan karena untuk dapat memahami dengan baik keamanan lahir batin, kita harus berusaha memahami mengenai makna kehidupan keluarga, kaidah yang melandasi lahirnya keamanan lahir batin, hubungan keamanan lahir batin dengan segi kehidupan keluarga lainnya, serta mengembangkan keamanan lahir batin dalam kehidupan sehari-hari.

Makna Kehidupan Keluarga

Kehidupan keluarga mempunyai makna dalam kehidupan manusia untuk meningkatkan perkembangan dirinya. Manusia membutuhkan ketenteraman di dalam hidupnya dengan memiliki harga diri. Selain itu, manusia mengharapkan dirinya benar-benar membuktikan bahwa dirinya mempunyai martabat yang lebih tinggi dari makhluk lainnya.

Untuk membuktikan ini, maka manusia bersedia melaksanakan hidup berkeluarga. Di dalam hidup berkeluarga mereka akan berusaha mencapai tahap kehidupan keluarga yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup sebagai manusia yang bermartabat.

Sebagaimana kita ketahui bahwa semua orang di muka bumi ini selalu mendambakan kesejahteraan dan kebahagiaan. Kesejahteraan hidup memiliki beberapa ciri diantaranya terpenuhinya kebutuhan hidup secara seimbang dalam suasana yang aman, tenteram, damai dan merasa tidak terancam dari berbagai masalah kehidupan.

Adanya suasana aman, tenteram dan damai inilah yang melahirkan apa yang disebut keamanan lahir batin. Keamanan lahir batin dalam keluarga merupakan modal yang berharga dalam kehidupan ini. 

Kehidupan keluarga memberi kesempatan pada manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Melalui berkeluarga, manusia dapat memiliki perasaan aman dan tenteram. Dengan kata lain, manusia dapat menciptakan keamanan lahir batin dalam hidupnya.

Kaidah Yang Melandasi Keamanan Lahir Batin

Manusia selalu berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Mereka mengira dengan memenuhi segala kebutuhan hidup akan lebih mudah dan lebih cepat mencapai kesejahteraan bahkan mendapatkan keamanan lahir batin.  Oleh karena itu, mereka senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka masing-masing.

Semua orang mau dan berhak memenuhi kebutuhan masing-masing sehingga akan menimbulkan persaingan. Persaingan dalam memenuhi kebutuhan hidup lebih hangat lagi karena setiap orang mempunyai kewajiban memberikan nafkah bagi orang-orang yang menjadi tanggungannya.

Bersaing dengan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup itu tidak disalahkan bahkan menjadi kewajiban yang harus dijalankan untuk mempertanggungjawabkan  tanggungan mereka dalam memberi nafkah. 

Namun, yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana semua itu dijalankan dengan baik dan sehat sehingga persaingan pemenuhan kebutuhan hidup tidak diwarnai oleh keserakahan yang tidak memperdulikan kepentingan orang lain. 
 "Bagaimana kita melaksanakan tanggung jawab kita diantara tanggung jawab orang lain?"
Semua itu harus kita sadari sebaik-baiknya sekalipun tugas kita berusaha mencapai keamanan lahir batin. Untuk menghindari kekacauan dan keserakahan hidup yang akhirnya jauh dari hidup aman lahir batin, maka kita perlu mengetahui dan mengamalkan kaidah kehidupan diantaranya. 

1. Hidup berdasarkan rasa cinta kasih terhadap sesama

Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai kecenderungan untuk bekerja sama dengan yang lain dan terdorong untuk mengasihi sesamanya. Kecenderungan batin seperti ini harus tumbuh dengan subur di dalam kehidupan keluarga. 

Dengan kecenderungan batin seperti ini, memungkinkan manusia terbebas dari sifat serakah, mau menang sendiri, lemah, tidak punya keamanan dan sifat tidak berdaya. Rasa cinta kasih dalam membentuk  kepribadian seseorang mulai tumbuh di dalam kehidupan keluarga. 

Rasa cinta kasih antar sesama merupakan modal untuk memiliki kesehatan mental yang baik, karena keamanan lahir dan batin dapat terwujud apabilah kesehatan mental seseorang dapat dikembangkan dan ditingkatkan.

Cinta kasih dan kesehatan mental akan mempermudah pencapaian keamanan lahir batin di dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

Baca juga: Manajemen Sumber Daya Keluarga

2. Hidup Beragama

Hidup dengan cinta kasih merupakan bagian daripada hidup beragama. Hidup beragama berarti hidup antar insani di dalam ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ketaqwaan terhadap Tuhan YME berarti menghadapkan diri kepada-Nya dengan selalu melaksanakan perintah-Nya dan menghindarkan diri dari apa yang dimurkai-Nya.

Dengan memahami ketaqwaan dalam hidup beragama, manusia akan tahu batas dan hukum ketika ia bersalah atau tidak dalam melaksanakan kehidupan ini. Mengetahui segala hukum dan peraturan hidup dalam agama berarti manusia mempunyai pegangan hidup.

Kenyataan di dalam kehidupan sehari-hari telah banyak memberikan contoh kepada kita tentang kenyataan bahwa materi bukan jaminan untuk mendapatkan keamanan lahir batin. Materi atau benda yang betumpuk-tumpuk, ilmu pengetahuan yang tinggi tidak bisa memberikan jaminan hidup tenteram dan aman.

Seseorang yang hidupnya diwarnai oleh kehidupan agama yang kuat, maka segala sesuatunya akan diserahkan pada kekuasaan Tuhan Alam Semesta dengan cara berikhtiar sambil bertawakal kepada-Nya.

Orang-orang yang benar-benar beragama tidak akan lekas berputus asa, menggerutu, dan gelisah dalam menghadapi kesulitan. Ia akan tabah di dalam menjalani kehidupannya baik ketika keadaan sulit maupun senang. Untuk menciptakan kehidupan yang diwarnai oleh keamanan lahir batin maka semua itu harus dimulai dari kehidupan keluarga.

Pendidikan agama harus dimulai dalam kehidupan keluarga dengan cara:
  • Orangtua hidup beragama
  • Membimbing dan mendidik anak pada kehidupan beragama
  • Memahami permasalahan yang dihadapi anak dalam belajar hidup beragama
Semua itu perlu dilakukan karena kemanan lahir batin akan benar-benar dapat dirasakan, bila mempunyai keyakinan agama yang kuat dan menjalankan dengan penuh kesadaran. Keamanan lahir batin perlu dihadirkan dan dikembangkan di dalam kehidupan keluarga untuk terciptanya keluarga sejahtera dan bahagia.

3. Menciptakan suasana kehidupan sesuai norma agama dan hukum

Menciptakan kehidupan berlandaskan norma agama, masyarakat, dan hukum yang berlaku bukan sesuatu yang mudah muncul di dalam kehidupan masyarakat. Manusia bukan makhluk yang otomatis menjadi manusia dewasa, bertanggung jawab dan dapat di pertanggungjawabkan. Semua ini mengalami suatu proses yang panjang dan bertahap-tahap. 

Oleh karena itu, masalah pendidikan, bimbingan perawatan anak dan remaja menjadi penting. Anak, remaja dan bahkan orang dewasa harus dimasukkan ke dalam suatu bentuk kehidupan yang diwarnai oleh suasana disiplin.

Disiplin hidup itu didasarkan pada norma agama, masyarakat dan hukum umum. Manusia harus belajar menjalankan status dan peranannya dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan dalam nilai dan norma masyarakat. 

Apabila manusia dapat menjalankan peranan dan statusnya dengan baik, maka keamanan lahir batin akan menjadi miliknya.  Suasana kehidupan seperti itu tetap harus diciptakan pertama-tama di dalam kehidupan keluarga, selanjutnya sekolah maupun masyarakat. 

Sebaliknya, apabila susasana kehidupan dalam masyarakat warnai dengan norma agama, masyarakat, dan hukum umum, maka suasana ini akan mempengaruhi kehidupan keluarga dan sekolah. 

Dengan kata lain, suasana kehidupan dalam kelaurga, sekolah maupun masyarakat merupakan suasana kehidupan yang saling mempengaruhi. Oleh karena itulah ketiga lingkungan ini disebut dengan lingkungan pendidikan atau tripusat pendidikan. 

Hubungan Segi Keamanan Lahir Batin dengan Segi Kehidupan Keluarga Lainnya

Segi keamanan lahir batin di dalam kehidupan keluarga tidak dapa dilepaskan dari segi kehidupan lainnya. Untuk mendapatkan dan memiliki keamanan lahir batin justru harus terlaksananya segi kehidupan yang lain seperti terlaksananya:
  1. Hubungan intra dan antar keluarga
  2. Bimbingan Anak
  3. Makanan
  4. Pakaian
  5. Perumahan
  6. Kesehatan
  7. Keuangan
  8. Tata laksana Rumah Tangga
  9. Perencanaan Sehat
Terlaksananya semua segi kehidupan keluarga tersebut merupakan modal untuk lahirnya keamanan lahir batin. Dengan kata lain, keamanan lahir batin akan terlaksana apabila lahirnya hubungan yang harmonis diantara anggota keluarga dan hubungan harmonis antar keluarga dengan keluarga, serta hubungan keluarga dengan masyarakat. 

Keamanan lahir batin akan tercipta apabila terlaksana usaha bimbingan perawatan anak dengan baik, sehingga produk dari bimbingan dan perawatan itu menyebabkan lahirnya manusia-manusia yang penuh dengan rasa, karsa, dan cipta.

Baca juga: Bimbingan Perawatan Anak

Untuk menciptakan kehidupan manusia yang lebih baik, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi pula untuk orang lain yang ada disekitarnya, untuk bangsa dan negaranya.

Keamanan lahir batin akan tercipta apabila kita dapat makan dengan memakan makanan yang sehat. Hal ini akan menimbulkan kecukupan akan makan dan terbebas dari penyakit. Lebih jauh dari itu, makanan merupakan modal untuk hidup sehat. Orang yang sehat hidupnya tidak gelisah dan isa dapat berkarya dengan baik.

Pakaian yang cukup, pantas, dan serasi memberikan rasa aman pada si pemakainya, disamping melindungi dari cuaca yang buruk. Terpenuhinya tempat berlindung seperti rumah dalam batas minimal sekalipun, dapat memberikan rasa aman atau tumbuhnya keamanan lahir batin.

Tidak cukup hanya makanan, pakaian dan rumah. Tetapi semua itu harus menjadi lingkungan yang sehat dalam arti dapat dimilikinya lingkungan pribadi dan masyarakat yang sehat. Kesehatan akan mudah didapat dalam lingkungan sehat seperti terdapatnya air bersih, pembuangan limbah dan industri yang tepat yang tidak mengganggu kesehatan manusia. 

Disamping itu perlu adanya manusia yang tertib dalam membuang sampah, sehingga ia tahu dimana ia harus membuang sampah itu. Semua yang telah disebutkan ini merupakan sarana untuk terciptanya kehidupan yang aman tenteram lahir batin.

Keuangan sampai batas-batas tertentu merupakan sarana penting dalam kehidupan manusia, terutama manusia pada zaman modern sekarang. Uang merupakan alat penukar yang paling penting. 

Namun untuk mendapatkan keamanan lahir batin, maka orang harus dapat bergaul dengan uang. Dalam arti ia harus halal mendapatkannya dan harus pandai mengelolanya. Kalau tidak, maka uang akan menjadi penghambat terciptanya keamanan lahir batin. 

Dalam kehidupan keluarga banyak tugas yang harus dilaksanakan dan kalau dikaji satu per satu seakan-akan tidak ada tugas keluarga yang tidak penting. Namun di dalam melaksanakan tugas ini tidak bisa semuanya diaksanakan serempak. Tugas yang satu perlu di dahulukan dari tugas yang lain. Pekerjaan yang satu perlu ditunda demi terlaksananya pekerjaan lain.

Belum lagi kita memikirkan bahwa kebutuhan keluarga banyak jenisnya dan banyak jumlahnya sedangkan alat, benda dan uang untuk memenuhi kebutuhan itu sangat terbatas.

Atas dasar pandangan inilah maka kehidupan keluarga perlu ditata dan dikelola dengan baik, diatur dan dikendalikan, supaya jalannya roda kehidupan itu lancar (running well), menuju tahap kehidupan yang lebih baik (will to be well). Mengusahakan kehidupan keluarga yang lancar dan baik memberikan fasilitas yang diwarnai oleh keamanan lahir batin.

Kehidupan keluarga merupakan suatu proses kehidupan yang cukup panjang rentangnya, berlapis-lapis dan bertahap-tahap. Kalau kita perhatikan secara cermat, maka pada setiap tahap kehidupan ini ada tugas-tugas perkembangan yang harus dijalankan oleh keluarga. Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik maka setiap keluarga harus dijalinkan dan dikembangkan berdasarkan suatu perencanaan.

Dalam segi kehidupan keluarga, perencanaan ini disebut dengan perencanaan sehat. Maksud dari perencanaan sehat disini ialah bahwa perencanaan itu tidak asal dibuat, tetapi merupakan perencanaan yang dirancang dengan memperhitungkan berbagai keinginan, tujuan yang wajar berdasarkan kemampuan dan keadaan yang ada. 

Suatu kehidupan keluarga yang direncanakan secara sehat akan dengan mudah mendapatkan keadaan atau suasana yang diwarnai oleh keamanan lahir batin. Oleh karena itu, segala sesuatu telah diperhitungkan untung ruginya, segala sesuatu yang diperhitungkan risiko atau dampaknya.

Dari uraian diatas kita dapat menyimak kembali bahwa kesepuluh segi kehidupan keluarga itu merupakan suatu kesatuan yang satu sama lain saling menunjang dan tidak terpisah-pisahkan.

Mengembangkan Keamanan Lahir Batin Dalam Kehidupan Sehari-hari

Keamanan lahir batin tidak mungkin ditemukan pada ujung kegiatan kehidupan keluarga.  Keamanan lahir batin perlu diciptakan dan dilahirkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan suasana tenteram dan damai perlu dilahirkan dalam kehidupan sehari-hari dalam kegiatan detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam dan seterusnya. 

Hingga pada akhirnya ujung keamanan lahir batin benar-benar kita dapatkan secara penuh dan utuh. Paling tidak kehidupan yang diwarnai keamanan lahir batin merupakan sebagian besar keberhasilan dari keberhasilan kehidupan seseorang, keluarga masyarakat, bangsa dan negara.

Melahirkan kemanan lahir batin diciptakan dalam kehidupan sehari-hari dengan jalan menyelesaikan berbagai tugas hidup sehari-hari dengan baik sesuai tuntutan dan berdasarkan norma agama, masyarakat, serta hukum umum yang berlaku.

Keamanan lahir batin yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari merupakan tabungan dan modal untuk terciptanya keamanan lahir batin yang lebih tinggi dan lebih utuh dalam lingkup kehidupan seseorang dalam lingkungan keluarga, lingkungan pekerjaan, masyarakat, dan negaranya.

Hal ini dilaksanakan dengan melaksanakan tugas hidup sehari-hari dengan sungguh-sungguh, tidak malas, tidak mengada-ngada dalam lingkup tanggung jawab dan tenggang rasa. Seberat apapun tugas hidup yang kita dapatkan, jalani dengan ikhlas lakukan dengan disiplin dan bertawakal kepada-Nya. 

Menciptakan kemanan lahir batin berarti melaksanakan tugas sehari-hari dalam lingkup perencanaan sehat dan harapan untuk lebih maju dalam lingkup kehidupan yang wajar, lingkup kemampuan keluarga serta status dan peranan setiap anggota keluarga itu di dalam lingkungan masyarakatnya.

Artikel menarik lainnya:
1. Rekreasi Dalam Perspektif Ekonomi Keluarga
2. Perencanaan Sehat Keluarga

0 Response to "Keamanan Lahir Batin Dalam Keluarga Sejahtera"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel